Konsumsi Vitamin B2 Berpotensi Pangkas Risiko Demensia hingga 49 Persen
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi observasional jangka panjang di Jepang menemukan konsumsi riboflavin (vitamin B2) berpotensi mengurangi risiko demensia parah hingga 49 persen. Penelitian memantau 4.171 orang dewasa usia 40-69 tahun selama 15,4 tahun menggunakan data asupan nutrisi dan catatan asuransi perawatan jangka panjang. Hasil analisis menunjukkan peserta dengan asupan riboflavin tertinggi memiliki risiko demensia parah lebih rendah dibandingkan kelompok dengan asupan terendah. Riboflavin berperan dalam metabolisme energi seluler dan mengurangi stres oksidatif pada jaringan otak. Para ahli menekankan bahwa hasil ini bersifat korelatif, bukan bukti sebab-akibat langsung, dan disarankan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi otak melalui pola makan gizi seimbang.
Bagikan
Berita terkait
Manfaat Minum Kopi Pagi Hari untuk Kesehatan Otak
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 21.14
10 Kebiasaan Buruk Pemicu Stroke, Ini Cara Mencegahnya!
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 14.01
Makanan Prebiotik Terbaik untuk Atasi Gejala Menopause
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 13.47
Asupan Kalium Jadi Nutrisi Terbaik untuk Pangkas Risiko Stroke
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 10.45