Korban tewas banjir bandang Nepal-China 919 orang, 4.800 hilang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banjir bandang dan longsoran lumpur di perbatasan Nepal-China pada 26 Agustus 2026 menewaskan 919 orang dan meninggalkan 4.800 orang hilang. Bencana terjadi setelah gletser Gunung Langtang Lirung retak pada ketinggian 5.200 meter, memicu longsoran es dan batu yang menghancurkan wilayah Rasuwa, Nuwakot, Dhading, Kavre, dan Lembah Kathmandu di Nepal serta Gyirong di Tibet. Di Nepal, 903 kematian terkonfirmasi dengan 4.247 orang hilang, termasuk 25 personel polisi, 45 tentara, serta 933 pekerja pembangkit listrik tenaga air. China mengerahkan lebih dari 2.100 personel untuk operasi penyelamatan di Kabupaten Gyirong, dengan 16 korban tewas dan 546 orang hilang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 12.58
Korban Tewas Akibat Banjir Bandang Nepal Menjadi 903 Orang, 4.247 Hilang
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 01.04
Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Capai 781 Orang, 2.502 Masih Hilang
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 06.16
Tim SAR Berpacu Waktu Cari 3.000 Korban Hilang Bencana Banjir Bandang Nepal-Tibet
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 04.02
Ribuan Korban Hilang akibat Banjir Bandang Nepal, Rumah Sakit Kathmandu Disesaki Keluarga Korban
Berita terkait
Fakta-fakta Banjir Bandang dan Longsor Nepal-Tibet
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 09.26
Runtuhnya Gletser Pemicu Banjir Bandang Nepal Tercatat Setara Gempa M 5,2
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.01
Apa Penyebab Banjir Bandang Nepal, Hantam Warga Meski Tak Ada Hujan?
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.50
7 Fakta Baru Banjir Bandang Nepal-Tibet, 165 Tewas-1.000 Orang Hilang
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 13.01