Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Capai 781 Orang, 2.502 Masih Hilang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bencana banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet menyebabkan 781 orang meninggal dan 2.502 orang hilang. Di antara korban hilang, 592 adalah warga negara asing dan 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air. Distrik Rasuwa di Nepal menjadi pusat korban tertinggi dengan 562 orang belum ditemukan. Di India, tujuh jenazah ditemukan di sungai mengalir dari Nepal, namun tidak termasuk dalam catatan resmi korban. Otoritas Nepal mengeluarkan peringatan banjir baru pada 30 Agustus 2026, memaksa warga untuk tetap waspada setelah naiknya permukaan air di Sungai Bhotekoshi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 08.52
Update Banjir Bandang Nepal: Lebih dari 570 Tewas dan Hampir 2.000 Orang Hilang
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 14.57
Korban Bencana Gletser Nepal Tembus 680 Jiwa, Identifikasi DNA Disiapkan
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 06.16
Tim SAR Berpacu Waktu Cari 3.000 Korban Hilang Bencana Banjir Bandang Nepal-Tibet
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 04.02
Ribuan Korban Hilang akibat Banjir Bandang Nepal, Rumah Sakit Kathmandu Disesaki Keluarga Korban
Berita terkait
Duka Nepal dan Tibet, Korban Banjir Bandang Sentuh 633 Jiwa
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 21.45
Banjir Bandang Nepal: Ratusan Tewas, Operasi Pencarian Berlanjut
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 21.46
Yang Sudah Diketahui soal Banjir Bandang di Nepal
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 05.00
Detik-detik Sejumlah Desa Tersapu Banjir Bandang dalam Sekejap, 157 Orang Tewas
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 07.17