Korsel "Rayu" RI Kembangkan PLTN, Pede Mampu Jadi Mitra Utama
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia dan Korea Selatan membuka peluang kerja sama pengembangan energi nuklir, terutama dalam rangka transisi energi menuju netralitas karbon. Konselor Korea Selatan di Jakarta, Uhm Taeho, menyatakan siapannya menjadi mitra utama jika Indonesia memutuskan mengembangkan PLTN. Korea menawarkan pengalaman operasional 26 PLTN yang memenuhi sepertiga kebutuhan listriknya, serta rekam jejak keselamatan tanpa insiden besar. Teknologi Small Modular Reactor (SMR) juga menjadi keunggulan yang ditawarkan.
Keputusan pengembangan energi nuklir sepenuhnya berada di tangan Indonesia. Pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan perlu melakukan diskusi menyeluruh sebelum keputusan diambil. Investasi di sektor ini memerlukan komitmen jangka panjang dan kerja sama dengan mitra yang berpengalaman.
Dari sisi Indonesia, pengembangan energi nuklir ditempatkan dalam konteks hak negara untuk tujuan damai dan komitmen nonproliferasi senjata nuklir. Kerja sama dengan Korea Selatan diharapkan dapat memenuhi kedua tujuan tersebut dalam kerangka Special Comprehensive Strategic Partnership (SCSP). PLTN telah dimasukkan dalam RUPTL 2025-2034 dengan kapasitas 500 MW.
Bagikan
Berita terkait
Temui Prabowo, BRIN Paparkan Potensi Nuklir Indonesia
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 17.50
Media Asing Soroti Rencana Proyek Nuklir RI di Pulau Tak Berpenghuni
CNBC Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 08.00
Ada 'Harta Karun Langka' Buat 'Nuklir' di RI, Segini Potensinya
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 09.00
RI Punya Potensi 89.000 Ton Uranium Buat 'Nuklir', Ini Penjelasan BRIN
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 17.50