Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ada 'Harta Karun Langka' Buat 'Nuklir' di RI, Segini Potensinya

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan paparan inovasi teknologi nuklir kepada Presiden Prabowo Subianto. Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN, Syaiful Bakhri, menjelaskan bahwa teknologi nuklir dapat digunakan untuk energi, perencanaan PLTN, serta aplikasi non-energi di sektor pangan dan kesehatan. Indonesia juga memiliki potensi bahan baku nuklir meliputi 89 ribu ton uranium dan 143 ribu ton thorium. BRIN juga mampu memurnikan uranium hingga 60% dan memproses mineral radioaktif. Paparan ini menandakan kesiapan teknologi dan sumber daya nuklir Indonesia untuk dikembangkan lebih lanjut.

Selain teknologi nuklir, BRIN juga memamerkan inovasi energi alternatif seperti Compressed Natural Gas (CNG) yang mampu menampung gas hingga tekanan 30 bar. Pengembangan ini dilengkapi dengan penyajian biofuel dan bioetanol dari komoditas seperti sawit, sorgum, dan aren untuk mendukung implementasi B50. Inovasi-inovasi ini menunjukkan upaya diversifikasi energi Indonesia di berbagai sektor.

Potensi sumber daya nuklir yang signifikan ini menjadi bagian dari strategi energi nasional untuk masa depan. Dengan 89 ribu ton uranium dan 143 ribu ton thorium, Indonesia memiliki dasar yang kuat untuk mengembangkan energi nuklir secara berkelanjutan. Kombinasi teknologi nuklir dan energi terbarukan ini diharapkan dapat mendukung kemandirian energi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait