Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Temui Prabowo, BRIN Paparkan Potensi Nuklir Indonesia

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan kesiapan teknologi nuklir Indonesia kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8/2026). Kepala BRIN Syaiful Bakhri menjelaskan bahwa teknologi nuklir siap digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) serta sektor pangan dan kesehatan. BRIN telah mengidentifikasi potensi bahan nuklir berupa 89 ribu ton uranium dan 143 ribu ton torium, serta kemampuan memurnikan uranium hingga 60 persen. Pemerintah Indonesia menargetkan pembangunan PLTN berkapasitas total 7 gigawatt secara bertahap hingga 2034, dimulai dari 500 megawatt pada tahap awal. Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyatakan sejumlah negara telah menunjukkan minat berinvestasi dan menyediakan teknologi. Pengembangan PLTN masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang menargetkan kapasitas pembangkit listrik baru 70 gigawatt dalam 10 tahun ke depan, dengan sekitar 76 persen berasal dari energi terbarukan. Sisa kebutuhan listrik akan dipenuhi melalui gas alam sebagai bahan bakar transisi menuju energi rendah emisi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait