Kredit Bank Bermasalah di Situbondo Capai 29,87 Persen, OJK Ungkap Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rasio kredit bermasalah (NPL) bank umum di Kabupaten Situbondo mencapai 29,87 persen, angka yang cukup tinggi. Kepala Kantor OJK Jember, Aris Budiman, menjelaskan bahwa angka tersebut didorong kuatnya kredit bermasalah korporasi besar yang berasal dari kantor pusat bank di Jakarta, sementara perusahaan penerima kredit beroperasi di Situbondo. Karena konsentrasi eksposur kredit besar di wilayah ini, masalah kredit korporasi besar turut menaikkan tingkat NPL secara keseluruhan. Namun, Aris menekankan bahwa kredit bermasalah korporasi besar tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi lokal. Jika kredit korporasi besar yang bermasalah dihilangkan, NPL Situbondo turun menjadi sekitar 5,04 persen, sejalan dengan kondisi NPL kabupaten lain di wilayah Sekarkijang. OJK bersama Pemkab Situbondo dan pemangku kepentingan lainnya sedang membahas langkah-langkah untuk menangani isu ini, termasuk upaya memperbaiki persepsi terhadap Situbondo agar tidak dibombakan secara tidak adil oleh angka NPL yang tinggi.
Bagikan
Berita terkait
BI Ungkap Kredit Macet UMKM Tembus 5,6%, di Atas NPL Nasional
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 20.37
Jumlah Bank Tutup Jadi 14 Tahun Ini, Terbaru Gara-Gara Kurang Modal
CNBC Indonesia · 18 September 2026 pukul 10.40
OJK Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 09.05
Daftar Saham Haji Isam usai Borong Bayan Resources (BYAN)
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 08.33