Laba Semu, Arsitektur Baru, dan Ujian Tata Kelola BUMN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo menyoroti kinerja BUMN yang tidak produktif, termasuk entitas yang merugi tetapi mencatat laba dalam laporan. Masalah ini menyentuh cara negara mengukur kinerja BUMN, di mana laba tidak selalu mencerminkan kesehatan perusahaan. BUMN harus dievaluasi berdasarkan produktivitas aset, arus kas, efisiensi, dan kontribusi pada perekonomian, bukan hanya angka laba. Reformasi melalui revisi UU BUMN dan pembentukan Danantara bertujuan mengubah paradigma BUMN dari penyumbang APBN menjadi instrumen penciptaan nilai. Namun, pengawasan tetap krusial untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Kritik Presiden menjadi titik tolak bagi DPR dalam mengawal perbaikan tata kelola BUMN agar benar-benar sehat dan memberi manfaat nyata kepad masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 06.40
Danantara Sulit Restrukturisasi BUMN Karya, Ini Alasannya
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 05.45
Danantara Konfirmasi Saham BUMN di KCIC Bakal Dioper ke Purbaya
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 21.47
Andre Rosiade: DPR-Danantara Berjuang Agar PT Pos Indonesia Kembali Bangkit
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 19.51
Danantara Tegaskan Saham BUMN di KCIC Bakal Dialihkan ke Kemenkeu
Berita terkait
Soal Pengadilan Ad Hoc Korupsi BUMN, Mensesneg: Belum Bahas Amnesti
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 16.35
Mensesneg: Wacana Amnesti Petinggi BUMN untuk Benahi Tata Kelola •
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 14.57
Danantara Kasih Bukti Kinerja, Ubah Pesimisme Jadi Optimisme
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.52
'BUMN Ini Kadang Seenaknya' Prabowo Siap Usut Direksi Nakal 30 Tahun Terakhir
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 14.36