Laba Semu, Arsitektur Baru, dan Ujian Tata Kelola BUMN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo menyoroti kinerja BUMN yang tidak produktif, termasuk entitas yang merugi tetapi mencatat laba dalam laporan. Masalah ini menyentuh cara negara mengukur kinerja BUMN, di mana laba tidak selalu mencerminkan kesehatan perusahaan. BUMN harus dievaluasi berdasarkan produktivitas aset, arus kas, efisiensi, dan kontribusi pada perekonomian, bukan hanya angka laba. Reformasi melalui revisi UU BUMN dan pembentukan Danantara bertujuan mengubah paradigma BUMN dari penyumbang APBN menjadi instrumen penciptaan nilai. Namun, pengawasan tetap krusial untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Kritik Presiden menjadi titik tolak bagi DPR dalam mengawal perbaikan tata kelola BUMN agar benar-benar sehat dan memberi manfaat nyata kepad masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 19.19
Danantara dan Tugas Sejarah Transformasi Ekonomi Nasional bagi Keadilan Sosial
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 18.34
Danantara Petakan Jaringan Transportasi BUMN, Bidik Konektivitas Lebih Terintegrasi
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 17.19
Danantara Siapkan Strategi Kurangi Utang WIKA Lewat Optimalisasi Aset
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 13.15
Danantara Rombak Sistem Transportasi dan Logistik Nasional
Berita terkait
BPK Mulai Periksa Laporan Keuangan Danantara
CNN Indonesia · 20 September 2026 pukul 19.10
BPK Mulai Periksa Laporan Keuangan Danantara Tahun 2025
kumparan · 18 September 2026 pukul 20.30
Video: Danantara Dibantu Kejagung, KPK - Kemendagri Atasi Masalah BUMN
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 12.40
Video: Danantara Merger 5 BUMN Aset Manajemen dan 23 Kawasan Industri
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 15.49