Lalu Lintas Selat Hormuz Menyusut ke Satu Digit, Jalur Vital Minyak Dunia Terancam Lumpuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Volume pelayaran kapal di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi global, berada di tingkat kritis. Data pelacakan kapal menunjukkan jumlah transit kapal menyusut drastis hingga hanya 7 kapal pada tengah pekan, dibandingkan 12 kapal hari sebelumnya dan rata-rata 14 kapal dalam 10 hari terakhir. Penurunan ini memicu kekhawatiran akan kelumpuhan pasokan energi dunia.
Dari 7 kapal yang terdeteksi melintasi Selat Hormuz, 4 kapal bergerak keluar dan 3 kapal memasuki Teluk. Pemicu kekhawatiran pasar adalah tidak adanya kapal pengangkut gas alam cair (LNG) yang berhasil keluar dari wilayah tersebut. Hanya satu VLCC (Finland Prosperity) yang berhasil keluar dengan membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah.
Sisa tiga kapal yang keluar terdiri dari dua kapal dry bulk dan satu tanker produk minyak jarak pendek. Penurunan lalu lintas ini bertepatan dengan ketegangan geopolitik yang meningkat di wilayah, menimbulkan tekanan pada pasokan energi global yang sudah rentan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.40
Harga Minyak Dunia Melejit, Harga BBM Pertamax Diramal Bisa Rp20.000
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 09.46
Harga minyak mentah Indonesia naik jadi 89,43 dolar AS per barel
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 10.06
Harga Minyak Bertahan di Atas US$100 Imbas Selat Hormuz Kian Mencekam
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 09.01
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Brent Bertahan di Atas US$100
Berita terkait
Harga Minyak Bangkit, Ancaman Hormuz Belum Hilang
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 09.15
AS-Iran Damai, Harga Minyak Dunia Anjlok Lagi ke Level Terendah: Brent Dijual USD84/Barel
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 21.32
Harga Minyak Dunia Melonjak, ICP Agustus Tembus USD89,43 per Barel
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 10.00
Rupiah Sentuh Rp17.547 per Dolar AS, Analis Ungkap Apa Saja Pemicunya
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 18.10