Lansia Difabel di Yogya Masuk Desil 10: Rumah Gang Sempit, Tak Punya Motor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Suwarno (70), pensiunan pustakawan UII di Yogyakarta, tinggal sebatang kara di rumah tua sempit di Gang Cucak Rawa, Kelurahan Gowongan. Ia tidak memiliki motor atau kendaraan, hanya memiliki televisi dan kulkas rusak. Meski demikian, pemerintah mencatatnya sebagai warga desil 10 (terkaya) karena pendapatan pensiunnya Rp900.000 per bulan. Suwarno juga termasuk penyandang disabilitas dengan kelainan tulang belakang. Ia dulu mendapat bansos PKH Rp600.000 setiap tiga bulan, namun bantuan tersebut diputus pada April 2025. Alasan pemutusan, katanya, adalah karena masuk desil 10. Suwarno bingung karena kondisi hidupnya pas-pasan dan tidak sesuai dengan kategori kaya yang ditentukan pemerintah. Ia merasa tidak adil karena warga lain yang lebih miskin juga kehilangan bantuan.
Bagikan
Berita terkait
Dinsos DIY Respons Lansia Difabel Sebatang Kara Tak Dapat Bantuan
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 15.42
Cerita Sopir Becak Motor di Malioboro Jogja Heran Masuk Desil 9
CNN Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 16.10
Dinsos Godok Formula Agar Warga Jogja Tak Kehilangan Hak Meski Desil Berubah
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 17.45
Tukang Becak Malioboro Tiba-tiba dari Desil 1 Jadi 9, Anak Terancam Putus Kuliah
kumparan · 24 Agustus 2026 pukul 11.03