Lebih dari 130 Tokoh Yordania Tuntut Penarikan Pasukan AS dan Pembatalan Perjanjian Militer
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lebih dari 130 tokoh terkemuka Yordania, termasuk politisi, akademisi, budayawan, serikat pekerja, dan pemimpin suku, mengeluarkan seruan publik untuk penarikan semua pasukan asing dari Yordania dan pembatalan atau pembatasan perjanjian militer dengan Amerika Serikat. Pernyataan yang diterbitkan pekan lalu memperingatkan bahwa kehadiran pasukan asing meningkatkan kerentanan Yordania terhadap ancaman keamanan, politik, dan ekonomi, serta berisiko menarik negara ke dalam perang regional yang tidak memiliki kepentingan langsung.
Seruan ini muncul di tengah eskalasi serangan rudal dan drone Iran terhadap fasilitas yang menampung pasukan AS di Yordania, yang menyebabkan korban jiwa di pihak Amerika dan kerusakan militer. Peristiwa ini telah memicu debat publik tentang apakah kehadiran militer Washington menjadikan Yordania sebagai target dalam konfrontasi AS-Iran.
Para penandatangan mendesak pemerintah Yordania untuk menarik kembali perjanjian keamanan dan militer yang telah disepakati dengan Washington dan menyerahkannya kepada Majelis Nasional untuk diteliti secara saksama. Mereka menekankan bahwa rakyat Yordania, perwakilan terpilih, dan lembaga masyarakat sipil memiliki hak untuk memeriksa kewajiban yang dapat memengaruhi kedaulatan negara dan keamanan nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 13.34
Tokoh-tokoh Yordania Serukan Pasukan AS Angkat Kaki!
Detik.com · 1 Agustus 2026 pukul 16.38
AS-Israel Bersiap Serang Pembangkit Listrik hingga Kilang Minyak Iran
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 21.10
Kerusuhan Antarkelompok Agama Pecah, 3 Orang Tewas-Presiden Buka Suara
Detik.com · 30 Juli 2026 pukul 18.42
Komisi III DPR Desak Pembunuh Satpam di Waduk Jatiluhur Segera Ditangkap
Berita terkait
Sumber Arab Saudi Sebut Serangan di Irak Targetkan Milisi yang Didukung Iran, Bukan Negara Irak
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 07.19
Biadab! Menteri Keamanan Serukan Pembunuhan Massal di Gaza
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 08.40
KSP Dudung Sebut Kericuhan saat Hari Damai Aceh Ulah Segelintir Oknum
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 08.24
Aceh Sempat Ricuh, Wamendagri Tegaskan Situasi Membaik
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 15.19