Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Lebih dari 130 Tokoh Yordania Tuntut Penarikan Pasukan AS dan Pembatalan Perjanjian Militer

Lebih dari 130 tokoh terkemuka Yordania, termasuk politisi, akademisi, budayawan, serikat pekerja, dan pemimpin suku, mengeluarkan seruan publik untuk penarikan semua pasukan asing dari Yordania dan pembatalan atau pembatasan perjanjian militer dengan Amerika Serikat. Pernyataan yang diterbitkan pekan lalu memperingatkan bahwa kehadiran pasukan asing meningkatkan kerentanan Yordania terhadap ancaman keamanan, politik, dan ekonomi, serta berisiko menarik negara ke dalam perang regional yang tidak memiliki kepentingan langsung.

Seruan ini muncul di tengah eskalasi serangan rudal dan drone Iran terhadap fasilitas yang menampung pasukan AS di Yordania, yang menyebabkan korban jiwa di pihak Amerika dan kerusakan militer. Peristiwa ini telah memicu debat publik tentang apakah kehadiran militer Washington menjadikan Yordania sebagai target dalam konfrontasi AS-Iran.

Para penandatangan mendesak pemerintah Yordania untuk menarik kembali perjanjian keamanan dan militer yang telah disepakati dengan Washington dan menyerahkannya kepada Majelis Nasional untuk diteliti secara saksama. Mereka menekankan bahwa rakyat Yordania, perwakilan terpilih, dan lembaga masyarakat sipil memiliki hak untuk memeriksa kewajiban yang dapat memengaruhi kedaulatan negara dan keamanan nasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait