Ledakan Granat di Sekolah Afghanistan, 42 Anak Terluka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ledakan granat terjadi di sebuah sekolah dasar swasta di kawasan Dasht-e-Barchi, Kabul bagian barat, pada Rabu (19/8/2026), melukai setidaknya 42 anak berusia 9-14 tahun. Menurut misi PBB di Afghanistan (UNAMA), kronologi ledakan belum dipastikan—apakah sengaja diserang atau akibat sisa bahan peledak yang belum meledak. Richard Bennett, pelapor khusus PBB untuk HAM di Afghanistan, mengecam insiden ini dan mendesak penyelidikan menyeluruh, menegaskan sekolah harus menjadi tempat aman. Direktorat Koordinasi Aksi Ranjau Afghanistan mengonfirmasi granat meledak di lokasi, selaras dengan laporan polisi Kabul. Kawasan Dasht-e-Barchi, tempat tinggal komunitas Syiah Hazara, kerap menjadi sasaran serangan; ISIS pernah mengklaim tanggung jawab atas ledakan mematikan di area serupa, termasuk bom mobil di sekolah perempuan 2021 yang menewaskan 90 orang. Afghanistan mencatat tingkat korban ranjau tertinggi ketiga dunia akibat dekades konflik. Ledakan terjadi saat jam pulang sekolah; saksi mata menyebut banyak korban hingga tak terhitung. Sekolah korban meminta doa lewat Facebook tanpa rincian lanjut. Serangan sporadis terus terjadi di Kabul selama lima tahun pemerintahan Taliban, termasuk ledakan restoran China Januari 2026 yang menewaskan 7 orang.
Bagikan
Berita terkait
Bagaimana Pendukung Taliban Rayakan 5 Tahun Berkuasa?
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 20.20
Terjadi Lagi Kasus Penembakan di Sekolah di Negara Tetangga, Setelah Thailand, Kali ini Filipina
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 18.26
Geger Penembakan di Sekolah Filipina, Pelaku Live Streaming Saat Beraksi
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 16.55
Penembakan di Sekolah Zamboanga Filipina Tewaskan 4 Orang, 9 Terluka
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 15.26