Listrik Kuba Kolaps Lagi, Jutaan Warga Dirundung Gelap
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jaringan listrik nasional Kuba kembali kolaps pada Senin (03/8), hanya beberapa jam setelah otoritas mulai memulihkan pasokan listrik usai pemadaman nasional pada Minggu (02/8). Perusahaan listrik negara Unión Electrica (UNE) menyatakan cuaca buruk mengganggu jaringan transmisi dan unit pembangkit yang baru beroperasi, menyebabkan sistem kembali runtuh. Hingga Senin malam, sebagian gardu induk di sekitar Havana kembali dialiri listrik, namun sebagian besar wilayah Kuba masih gelap.
Banyak warga memilih tidur di kawasan tanggul laut Malecón, Havana, untuk mencari angin di tengah suhu musim panas yang mencapai 34 derajat Celsius dengan kelembapan 80 persen. Pemadaman terbaru terjadi setelah Kuba mengalami tiga kegagalan jaringan listrik nasional dalam sembilan hari pada Juli lalu. Di banyak wilayah, pemadaman bergilir kini berlangsung lebih dari 20 jam per hari, mengganggu aktivitas rumah tangga, dunia usaha, layanan publik, dan sektor pariwisata. Rumah sakit berupaya memasang panel surya agar layanan tetap berjalan.
Pemerintah Kuba menyalahkan sanksi dan pembatasan perdagangan AS selama puluhan tahun yang membatasi akses terhadap bahan bakar dan suku cadang pemeliharaan. Sementara AS menuding krisis mencerminkan kegagalan model ekonomi negara yang dikelola pemerintah. Armada pembangkit termal Kuba yang sebagian besar sudah berusia puluhan tahun terus mengalami kerusakan akibat kekurangan bahan bakar dan minimnya pemeliharaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 11.40
Pemadaman Listrik Massal Terjadi Lagi, Seluruh Negeri Gelap Gulita
Berita terkait
Lagi-lagi Listrik di Kuba Lumpuh Total, Warga Jengkel
Detik.com · 19 September 2026 pukul 06.52
Dibikin Rugi Trump Rp143 T, Negara Komunis Ini Mulai Lawan AS
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 06.05
China Kritik AS di PBB, Minta Hormati Negara Teluk dan Berhenti Ancam Kuba
Detik.com · 27 September 2026 pukul 01.09
Negara Kaya Minyak di Ambang Krisis Energi, Mati Lampu Sampai 36 Jam
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 21.40