Pemadaman Listrik Massal Terjadi Lagi, Seluruh Negeri Gelap Gulita
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jaringan listrik Kuba kembali runtuh total pada Minggu malam waktu setempat, menyebabkan pemadaman di seluruh negeri. Ini merupakan pemadaman nasional pertama di Agustus, setelah tiga kali pemadaman besar sepanjang Juli. Kuba yang berpenduduk sekitar 10 juta jiwa terus dilanda krisis energi akibat blokade minyak AS yang membebani infrastruktur listrik yang menua. Perusahaan listrik negara tidak merinci penyebab keruntuhan sistem. Kuba kesulitan mengimpor energi sejak AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada Januari, karena Venezuela adalah sekutu dan pemasok energi utama. Meksiko juga menghentikan ekspor ke Kuba akibat tekanan AS. Pemadaman bergilir sepanjang musim panas menyulitkan warga, yang terpaksa beraktivitas tengah malam untuk memasak, mencuci, dan mendinginkan tubuh. Di tengah tekanan, pemerintah mulai reformasi ekonomi: menyetujui proyek investasi asing pertama untuk impor dan jual bahan bakar, hampir 200 perusahaan mendapat izin distribusi bahan bakar grosir, dan membuka investasi swasta di pariwisata. Namun PM Manuel Marrero Cruzden mengakui hasil reformasi bertahap dan tidak instan, dengan tantangan terbesar baru dimulai setelah kebijakan disahkan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.48
Listrik Kuba Kolaps Lagi, Jutaan Warga Dirundung Gelap
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 17.16
Jaringan Listrik Lumpuh Total, Kuba Gelap Gulita
Berita terkait
BBM Langka dan Krisis Energi, Negara Ini Kini Bergantung pada China
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 18.30
Cerita Warga Manggarai, Dua Hari Hidup Tanpa Listrik Usai Gempa
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 15.51
PLN Lakukan Pemulihan Kelistrikan Pascagempa M7.0 di Laut Flores
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 08.58
Jepang Lumpuh, 22.000 Warga Mati Lampu-7.000 Terjebak di Bandara
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.00