Makin Banyak Warga RI Terjerat Pinjol, Nilainya Tembus Rp105 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan pinjaman daring (pinjol) di Indonesia mencapai Rp105,14 triliun hingga Juni 2026, dengan pertumbuhan 25,88% secara tahunan. Meskipun nilai pembiayaan terus naik, OJK menilai profil risiko industri masih terkendali, ditandai tingkat wanprestasi agregat (TWP90) sebesar 4,26% yang menunjukkan kualitas pembiayaan relatif terjaga.
Ekspansi pembiayaan digital menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor Pembiayaan, Ventur Modal, Lembaga Keuangan, dan Lainnya (PVML) di semester pertama 2026. Selain pinjol, industri multifinance mencatat piutang pembiayaan Rp511,26 triliun, naik 1,88% didukung peningkatan pembiayaan modal kerja 6,36%, dengan rasio non-performing financing (NPF) bruto 3,01% dan neto 0,81%.
Industri pergadaian mengalami pertumbuhan tertinggi di sektor PVML, dengan penyaluran pembiayaan meningkat 54,47% menjadi Rp162,26 triliun, didominasi produk gadai Rp136,28 triliun. Sebaliknya, pembiayaan modal ventura sedikit kontraksi 0,48% menjadi Rp16,28 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 16.49
Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp105 Triliun per Juni 2026
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 16.14
Startup RI Urutan 6 Terbanyak di Dunia, tapi Mutunya Peringkat 45
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 12.20
Gap Kredit RI Capai Rp1.650 T, Pindar Bersaing dengan Pinjol Ilegal
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 12.17
Ekonomi Tumbuh 5,29%, Capaian Positif di Tengah Gejolak Dunia
Berita terkait
Pembiayaan Gadai Tembus Rp 160,78 Triliun, Barang Mewah Ikut Naik
Liputan6.com · 21 September 2026 pukul 16.00
Pembiayaan Pergadaian Tembus Rp160,78 Triliun per Juli 2026, Tren Gadai Mewah Terus Tumbuh
SINDOnews · 21 September 2026 pukul 14.35
OJK Ungkap Pinjol di Papua Melesat Hingga 85,77%
Warta Ekonomi · 16 September 2026 pukul 15.30
OJK Batalkan Rencana Pembatasan Pinjaman Maksimal di 3 Pinjol, Masyarakat Kini Bebas Ngutang
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 13.45