Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Makkah Kena Alarm Perang, Saudi Jadi Titik Panas Baru di Timteng

Arab Saudi mengeluarkan peringatan keamanan di wilayah termasuk Makkah dan Jeddah setelah serangan yang diduga dilakukan kelompok yang didukung Iran, menambah ketegangan di Timur Tengah. Peringatan ini mencakup wilayah yang lebih luas dibandingkan sebelumnya dan menandai kehadiran ancaman langsung di kota suci umat Islam. Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan otoritas Saudi belum memastikan apakah proyektil berhasil mencapai wilayah negara itu.

Serangan ini bertepatan dengan kemajuan Houthi, yang didukung Iran, di pesisir barat Yaman menuju Laut Merah dan Bab el-Mandeb. Pada pekan ini, Houthi berhasil merebut sebuah pulau di mulut Laut Merah dan menguasai hampir seluruh garis pantai barat Yaman. Serangan Houthi juga melumpuhkan Pipa East-West milik Saudi, yang panjangnya sekitar 1,200 km dan menjadi jalur ekspor utama minyak negara tersebut setelah gangguan di Selat Hormuz. Serangan ini melukai 13 warga sipil menurut koalisi militer Saudi.

Dampaknya meluas ke pasokan energi global. Harga minyak Brent naik ke US$108 per barel, dan harga solar di AS mencapai rekor US$6,27 per galon. Penutupan Pipa East-West berpotensi memotong pasokan minyak global hingga 4%. AS dan Saudi sedang berkoordinasi untuk mengamankan jalur ekspor, sementara Dewan Keamanan PBB membahas krisis di Bab el-Mandeb. AS menghadapi tekanan untuk memberikan dukungan militer lebih lanjut kepada Saudi atau mengendalikan risiko konflik yang semakin luas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait