Makkah Kena Alarm Perang, Saudi Jadi Pusat Perang Baru di Timteng
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arab Saudi mengeluarkan dan kemudian mencabut peringatan keamanan di wilayah termasuk Kota Suci Makkah dan Jeddah setelah serangan yang diduga dilakukan kelompok yang bersekutu dengan Iran. Peringatan ini pertama kalinya terdengar di Makkah sejak konflik memasuki fase baru di Timur Tengah. Serangan tersebut belum diklaim oleh kelompok apapun, dan otoritas Saudi belum memastikan apakah proyektil berhasil mencapai wilayah negara tersebut.
Kelompok Houthi yang didukung Iran baru-baru ini menguasai sejumlah wilayah pesisir Laut Merah di Yaman, termasuk sebuah pulau di mulut Laut Merah, dan mengancam jalur strategis Bab el-Mandeb. Serangan Houthi juga melumpuhkan Pipa East-West milik Saudi yang panjangnya sekitar 1.200 kilometer dan menjadi jalur ekspor utama negara sejak pelayaran melalui Selat Hormuz terganggu. Hingga kini, 13 warga sipil dilaporkan terluka akibat serangan tersebut.
Dewan Keamasan PBB membahas krisis di sekitar Bab el-Mandeb, sementara harga minyak mentah Brent naik hingga US$108 per barel. AS dan Saudi berupaya mengamankan jalur ekspor alternatif, namun Washington masih membatasi dukungan hanya pada intelijen. Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman telah berkoordinasi dengan pihak AS dan Mesir untuk menjaga keamanan navigasi di wilayah tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 September 2026 pukul 23.56
Arab Saudi Cabut Peringatan Darurat Potensi Serangan di Mekkah
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 22.30
Warga Mekah dan Jeddah Diminta Berlindung, Arab Saudi Rilis Peringatan Darurat
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 20.07
Qatar Peringatkan Dampak Bencana akibat Penutupan Selat Bab al-Mandab
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.43
Sekjen GCC Jasem Albudaiwi Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi
Berita terkait
Makkah Kena Alarm Perang, Saudi Jadi Titik Panas Baru di Timteng
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 05.37
Pertempuran di Yaman Meluas, Eskalasi Memanas dan Tidak Ada yang Mau Mundur
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 10.35
Houthi Menggila Bombardir Arab Saudi, China Akhirnya Buka Suara
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 06.10
Saudi Minta Bantuan AS untuk Gempur Houthi, MBS Temui Pemimpin CENTCOM
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 21.20