Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Makkah Kena Alarm Perang, Saudi Jadi Pusat Perang Baru di Timteng

Arab Saudi mengeluarkan dan kemudian mencabut peringatan keamanan di wilayah termasuk Kota Suci Makkah dan Jeddah setelah serangan yang diduga dilakukan kelompok yang bersekutu dengan Iran. Peringatan ini pertama kalinya terdengar di Makkah sejak konflik memasuki fase baru di Timur Tengah. Serangan tersebut belum diklaim oleh kelompok apapun, dan otoritas Saudi belum memastikan apakah proyektil berhasil mencapai wilayah negara tersebut.

Kelompok Houthi yang didukung Iran baru-baru ini menguasai sejumlah wilayah pesisir Laut Merah di Yaman, termasuk sebuah pulau di mulut Laut Merah, dan mengancam jalur strategis Bab el-Mandeb. Serangan Houthi juga melumpuhkan Pipa East-West milik Saudi yang panjangnya sekitar 1.200 kilometer dan menjadi jalur ekspor utama negara sejak pelayaran melalui Selat Hormuz terganggu. Hingga kini, 13 warga sipil dilaporkan terluka akibat serangan tersebut.

Dewan Keamasan PBB membahas krisis di sekitar Bab el-Mandeb, sementara harga minyak mentah Brent naik hingga US$108 per barel. AS dan Saudi berupaya mengamankan jalur ekspor alternatif, namun Washington masih membatasi dukungan hanya pada intelijen. Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman telah berkoordinasi dengan pihak AS dan Mesir untuk menjaga keamanan navigasi di wilayah tersebut.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait