MBS Telepon Trump Sebelum AS Batal Serang Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer ke Iran setelah Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) meneleponnya pada Sabtu, mendesak untuk kembali ke negosiasi. Pembatalan ini didasarkan pada kesepakatan yang telah disetujui oleh Iran dan negara-negara Timur Tengah lainnya, termasuk pembukaan total Selat Hormuz dan pengakhiran ancaman nuklir Iran.
Trump sebelumnya mengancam akan melancarkan serangan dengan kekuatan militer besar, namun kini menunda setelah adanya permintaan dari Iran dan sekutu. Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan keamanan bagi warga Amerika di 10 negara di kawasan tersebut karena meningkatnya ketegangan. Trump menyatakan bahwa serangan yang direncanakan akan memiliki tingkat teror dan kekuatan yang belum pernah terjadi sejak Perang Dunia II.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 07.19
Sumber Arab Saudi Sebut Serangan di Irak Targetkan Milisi yang Didukung Iran, Bukan Negara Irak
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 09.44
Mohammed bin Salman Telepon Trump setelah AS Bersiap Mengebom Infrastruktur Energi Iran Secara Besar-besaran
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 22.20
Ini yang Terjadi 1 Jam setelah Pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 10.44
AS dan Israel Pertimbangkan Blokade Darat terhadap Iran
Berita terkait
Aceh Sempat Ricuh, Wamendagri Tegaskan Situasi Membaik
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 15.19
Mulai Renggang, Trump Tak Mau Sering-Sering Bertemu Korea Selatan
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.45
Megawati Minta Indonesia Belajar dari Iran: Tak Bisa Dikalahkan Amerika
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 14.21
Megawati Soroti Persatuan Iran: Tak Bisa Dikalahkan Oleh Amerika
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 14.12