Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Media Asing Tiba-Tiba Sorot Jurus RI Kuasai Harga Nikel hingga Sawit

Indonesia sedang membangun bursa komoditas nasional (Icomex) yang diharapkan beroperasi pada 1 Januari 2027. Bursa ini bertujuan memperkuat pengaruh Indonesia terhadap harga komoditas strategis seperti nikel, kelapa sawit, dan batu bara. Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa selama puluhan tahun, Indonesia menjadi produsen komoditas penting dunia, namun harga komoditas dari kekayaan alamnya masih sering ditentukan di bursa luar negeri.

Data menunjukkan Indonesia adalah pemilik cadangan nikel terbesar di dunia serta salah satu eksportir batu bara termal dan minyak sawit terbesar. Namun, harga nikel rata-rata turun dari US$21.474 per ton pada 2023 menjadi US$15.349 per ton pada 2025. Pemerintah memangkas target produksi bijih nikel dari 379 juta ton pada 2025 menjadi 250 juta ton tahun ini, yang berdampak pada fluktuasi harga.

Menurut analis, keberhasilan Icomex sangat bergantung pada kemampuan membangun acuan harga yang kredibel serta menarik produsen dan pedagang untuk bertransaksi di dalamnya. Tantangan lain termasuk bersaing dengan bursa komoditas global seperti London Metal Exchange (LME) dan Bursa Malaysia Derivatives. Beberapa ahli sarankan bursa harus dimulai dengan beberapa komoditas saja untuk menguji sistem perdagangan secara bertahap.

Berita terkait