Media Hong Kong Sorot Hubungan RI-China, Sebut Tantangan Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Media Hong Kong, South China Morning Post (SCMP), menyoroti hubungan ekonomi Indonesia-China yang menghadapi tantangan akibat kebijakan "resource nationalism" atau nasionalisme sumber daya. Kebijakan hilirisasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mendorong agar Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah tetapi juga produk bernilai tambah tinggi, yang mempengaruhi investor China. Indonesia membatasi produksi nikel nasional 2026 menjadi sekitar 260-270 juta ton, turun sekitar 30% dari tahun sebelumnya, berdampak pada tambang besar seperti Weda Bay Nickel yang sempat berhenti produksi karena kuota habis.
Analisis menyatakan langkah ini bertujuan menjaga harga nikel dan meningkatkan penerimaan negara, meskipun membuat sebagian investor China lebih berhati-hati. Meski demikian, China tetap menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut dan salah satu sumber investasi asing langsung utama. Pemerintah China menegaskan Indonesia tetap penting bagi investasi, dengan juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyebut kerja sama industri akan diperdalam.
Masa depan hubungan ekonomi RI-China bergantung pada kemampuan perusahaan China beradaptasi dengan kebijakan Indonesia, di mana Beijing membawa modal dan teknologi sementara Jakarta ingin menguasai nilai tambah dari kekayaan alamnya sendiri. Para analis menilai hubungan akan terus erat tetapi dengan dinamika baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 06.46
Ditjen Imigrasi Catat Komitmen Investasi Golden Visa Capai Rp 52,1 Triliun
Berita terkait
Sampai September 2026, Investasi Asing di Indonesia Tembus Rp 141,6 Triliun
JawaPos · 18 September 2026 pukul 13.00
Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tetap Tumbuh Resilien di Tengah Ketidakpastian Global
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 00.07
Ekonom proyeksikan ekonomi RI tetap resilien di tengah dinamika global
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 19.16
Media AS: Keluarga Terkaya di Indonesia Pindahkan Lebih dari Rp17,6 Triliun ke Luar Negeri
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 10.47