Melihat Hidup Baru Pengungsi Rohingya di Pekanbaru: Ada Sekolah hingga Pasar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komunitas pengungsi Rohingya di Pekanbaru, Riau, telah membentuk lingkungan hidup komunal dengan fasilitas mandiri seperti pasar, warung, tukang cukur, serta dua sekolah dan madrasah. Meskipun tinggal di rumah semi-permanen dari kayu dan terpal, warga tetap menjalankan aktivitas harian dan sebagian bekerja sebagai buruh bangunan. Bahasa Rohingya tetap menjadi alat komunikasi utama karena keterbatasan kemampuan berbahasa Indonesia.
Data menunjukkan terdapat sekitar 570 orang yang menempati 130 rumah di lokasi tersebut, termasuk sekitar 200 anak-anak. Secara keseluruhan, Rudenim Pekanbaru mencatat ada 1.941 pengungsi Rohingya yang tersebar di tujuh lokasi akomodasi dan satu penampungan sementara. Para pengungsi berada di bawah perlindungan UNHCR dengan fasilitasi dari IOM, memilih Indonesia karena alasan keamanan dan kesamaan agama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 22.10
Perang Saudara Menggila di Tanah Arab, 100.000 Warga Mengungsi
Berita terkait
Rumah Detensi Imigrasi: 1.941 Pengungsi Rohingnya Berada di Pekanbaru
kumparan · 16 September 2026 pukul 07.41
Dulu Disambut, Kini Pengungsi Rohingya Hadapi Penolakan di Malaysia
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 18.45
Myanmar Akui 309 Ribu Pengungsi Rohingya sebagai Mantan Penduduk Rakhine
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.03
70 Panel PJU di Pekanbaru Dicuri, Sejumlah Ruas Jalan Gelap Gulita
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 19.20