Membangun Generasi Merdeka Lewat Sepiring Gizi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto mulai terasa manfaatnya di SDN Gentan, Seyegan, Sleman. Bagi keluarga berpendapatan rendah seperti yang dilaporkan oleh Is Hartati (43) dan Rosi Doniyati (40), MBG menjadi penyelesaian atas kesulitan memenuhi asupan gizi anak saat pagi yang ramai. Anak-anak yang sebelumnya belum sarapan sekolah kini mendapatkan makanan bergizi lengkap dengan buah setiap hari, sehingga tidak hanya memperbaiki nutrisi tetapi juga membentuk kebiasaan bertanggung jawab melalui sistem giliran mengambil makanan. Menurut koordinator MBG sekolah, Wihandoko Suko Lelono, kehadiran program ini memastikan hak anak untuk memperoleh gizi tetap terpenuhi meski orang tua sibuk bekerja. Para orang tua juga melihat anak-anak lebih fokus dan semangat belajar setelah mengikuti MBG.
Dampaknya diproyeksikan lebih luas dari sekadar gizi. Menurut pengamat kebijakan publik Trubus Rahardiansah, program ini penting karena ia mengingat pengalamannya yang dulu harus berpuasa agar bisa sekolah. Ia mendukung agar MBG mengedepankan kearifan lokal seperti sagu dan talas, serta melibatkan UMKM setempat agar manfaat ekonomi tersebar luas. Analis Ronny P. Sasmita menambahkan bahwa gizi adalah fondasi kualitas manusia dan program ini berperan sebagai instrumen afirmatif untuk menutup kegagalan pasar dalam distribusi pangan bergizi.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional hingga 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat MBG mencapai 61.239.037 orang, dengan 49.057.682 di antaranya adalah siswa sekolah. Data global dari World Food Programme (WFP) menempatkan Indonesia sebag sebagai negara dengan penerima manfaat program makan sekolah terbanyak kedua di dunia setelah India (118 juta), bahkan di atas Brasil, China, dan Amerika Serikat. Dengan demikian, program MBG diharapkan terus berlanjut agar setiap anak Indonesia, khususnya yang berpendapatan rendah, dapat tumbuh sehat dan belajar optimal demi mewujudkan generasi merdeka.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 16.48
Bos BGN Minta MBG Jangan Dibawa Pulang, Konsumsi Tak Boleh Lebih dari 4 Jam
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 20.45
Satu Keluarga Keracunan MBG, Kepala BGN Ungkap Penyebabnya
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 19.42
Rakortas Penguatan MBG, Pemerintah Prioritaskan Daerah 3T dan Kelompok Sasaran Prioritas
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 19.00
Sudaryono Sebut 1.700 Dapur MBG Siap Beroperasi
Berita terkait
Pemkab Bantul Bakal Gelar Survei Kepuasan MBG
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 19.56
Sekolah Bisa Tolak MBG, Bos BGN Beberkan Syaratnya
Detik.com · 18 September 2026 pukul 16.41
Anggaran MBG Terserap Rp 139,77 Triliun hingga September 2026
Liputan6.com · 17 September 2026 pukul 22.00
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima MBG untuk Dialihkan ke Wilayah 3T
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 20.50