Satu Keluarga Keracunan MBG, Kepala BGN Ungkap Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Satu keluarga mengalami keracunan setelah seorang siswa membawa Makan Bergizi Gratis (MBG) ke rumah dan mengonsumsinya bersama anggota keluarga di luar saran pengajian. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menjelaskan bahwa MBG seharusnya dikonsumsi segera setelah disajikan, bukan dibawa pulang. Akibat penyimpanan dan konsumsi diluar waktu yang tepat, makanan tersebut pun menyebabkan keracunan pangan pada beberapa orang, termasuk siswa dan keluarganya. Kasus ini menjadi pelajaran bagi BGN untuk memperketat aturan penggunaan MBG. Untuk mencegah hal serupa, BGN menunjuk guru sebagai Person in Charge (PIC) MBG yang bertugas mengedukasi siswa terkait tata krama makan, cuci tangan, penyusunan ompreng, serta kandungan gizi. Guru PIC juga mendapatkan insentif dan menjadi penerima manfaat MBG agar tidak mengganggu proses belajar mengajar di sekolah. Edukasi ini bertujuan agar siswa memahami cara konsumsi MBG yang aman dan tidak mengulangi kesalahan seperti yang terjadi pada kasus ini. BGN berkomitmen menerapkan aturan ini secara konsisten di seluruh sekolah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 20.02
BGN Minta Guru Edukasi Siswa agar MBG Tak Dibawa Pulang
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 19.23
Bos BGN Klarifikasi Isu 13 Ribu Dapur MBG Baru Segera Dibuka
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 19.00
Sudaryono Sebut 1.700 Dapur MBG Siap Beroperasi
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 23.00
Menkes dan BGN Duduk Bareng Ahli Gizi, Bahas Perbaikan MBG
Berita terkait
Insentif MBG Dirombak, dari Rp6 Juta per Hari Jadi Rp2.000 per Porsi
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 11.11
Insentif Dapur MBG Diubah dari Rp 6 Juta/Hari Jadi Rp 2.000/Porsi
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 08.30
Dapur MBG Tidak Dapat Insentif Jika Sedang Suspend, Libur Sekolah, dan Bencana Alam
JawaPos · 30 September 2026 pukul 15.30
Sekolah Bisa Tolak MBG, Bos BGN Beberkan Syaratnya
Detik.com · 18 September 2026 pukul 16.41