Memperingati HUT TNI, Imparsial Bicara Involusi Profesionalisme Militer
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Imparsial merayakan HUT TNI ke-81 dan menilai kemajuan profesionalisme militer sejak Reformasi 1998 belum sepenuhnya terwujud. Meski TNI semakin modern dan dilengkapi alutsista baru, cita-cita agar menjadi lembaga pertahanan yang profesional dan prajuritnya sejahtera masih jauh dari tercapai. Imparsial mengkhawatirkan adanya arus balik atau involusi kembali ke gaya pemerintahan Orde Baru, ditandai dengan perluasan peran militer di ruang sipil, penguatan komando teritorial, dan berulangnya praktik kekerasan. Menurut Wakil Direktur Imparsial Hussein Ahmad, fenomena ini merupakan masalah sistemik dan struktural yang berakar pada kebijakan pertahanan yang tidak jelas dari pemerintah. Akibatnya, demokrasi, hak asasi manusia, penegakan hukum, dan supremasi sipil terancam. Imparsial menyoroti delapan persoalan utama, termasuk keterlambatan reformasi peradilan militer yang seharusnya mengadili prajurit TNI dalam peradilan umum sesuai TAP MPR dan UU TNI, namun UU No. 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer masih belum dicabut.
Bagikan
Berita terkait
Koalisi Sipil Kecam Putusan Banding yang Ringankan Vonis Prajurit TNI Penyiram Andrie Yunus
Media Indonesia · 5 September 2026 pukul 15.45
Imparsial Nilai Remiliterisasi Mengancam Demokrasi, Ingatkan Publik soal Reformasi
JPNN.com · 1 September 2026 pukul 15.01
Remiliterisasi Dinilai Mengancam Demokrasi dan Negara Hukum
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 08.25
Kontak Senjata di Maybrat, Dua Pimpinan OPM Kodap IV Sorong Raya Tewas Tertembak
JPNN.com · 4 Oktober 2026 pukul 19.50