Menanti Bekal Regulasi PT DSI Awasi 50 Pelabuhan Ekspor RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) telah mengelola devisa ekspor (DHE) senilai US$14 miliar dari tiga komoditas strategis—kelapa sawit, batu bara, dan ferro alloy—dalam waktu dua bulan sejak beroperasi pada 1 Juni 2026. DSI juga mendeteksi potensi tambahan US$5 miliar dari perbedaan harga, kualitas, dan pembayaran devisa. Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan menekankan pentingnya kepastian hukum agar DSI dapat menjalankan fungsi pengawasannya secara optimal dan mencegah kebocoran devisa. Menurutnya, mandat DSI sebagai pengawas ekspor perlu diatur melalui peraturan pemerintah atau presiden agar operasionalnya tidak hanya bertumpu pada akta pendirian. Pengawasan DSI mencakup dokumen ekspor, kontrak penjualan, dan data terkait melalui sistem terintegrasi seperti CEISA, SINSW, dan SiMoDIS. DSI tidak boleh menjadi pemain pasar, melainkan fokus pada transparansi dan kepatuhan ekspor. Ke depan, DSI akan memperluas pengawasannya ke 50 pelabuhan di 25 provinsi dan menambah komoditas yang diawasi. Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa pembentukan DSI bertujuan sebagai pintu tunggal untuk memantau proses ekspor agar tidak terjadi penyimpangan antara laporan di lapangan dan kenyataan pengiriman.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo: PT DSI Temukan Potensi Tambahan Devisa USD 5 Miliar dari 3 Komoditas
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 11.27
Danantara Revisi Rencana Kerja, Sesuaikan dengan Program Prioritas
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.15
OJK Tegaskan Modal Ventura Berizin Diawasi, Risiko Penyimpangan Tetap Ada
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 09.45
OJK Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola Modal Ventura
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 21.58