Mendagri Ungkap Alasan Biaya Sekolah di Singapura Lebih Hemat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314952/original/085288000_1785818094-IMG_20260803_104508_5.jpg)
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan pengalamannya membiayai sekolah anak-anak di Singapura yang justru lebih hemat dibandingkan di Jakarta. Dalam Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan Semester I 2026, Senin (3/8), Tito menceritakan saat anak-anaknya bersekolah di Jakarta, biaya satu anak mencapai Rp1,6 juta sehingga total tiga anak Rp4,8 juta. Ia juga harus mengeluarkan uang jajan Rp50 ribu per anak per hari, membeli kendaraan, membayar sopir, serta biaya bensin.
Menurut Tito, sistem pendidikan dasar di Singapura tidak mengenal sekolah favorit karena seluruh sekolah memiliki standar sama. Singapura mengalokasikan 30 persen anggaran untuk pendidikan. Sekolah disubsidi pemerintah, dan biayanya sekitar 100 dolar Singapura per bulan atau sekitar Rp600 ribu dengan kurs Rp6.000 pada 2008. Sistem zonasi melalui portal layanan publik digital juga memungkinkan siswa bersekolah dekat rumah.
Tito menyebut anak-anaknya bisa berjalan kaki lima hingga tujuh menit ke sekolah, sehingga lebih sehat dan tidak perlu kendaraan maupun sopir. Ia menegaskan pernyataannya bukan untuk membanggakan Singapura, melainkan berbagi pengalaman bahwa biaya sekolah di sana lebih murah dibanding Jakarta.
Bagikan
Berita terkait
Bersama 100 Pelajar dari 35 SMP di Jakarta Pusat, MNC Peduli dan MGMP Peringati HUT ke-81 RI melalui Pelatihan Kepemimpinan
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 21.58
Peringkat Pendidikan Kalah dari Singapura, Prabowo: Enggak Usah Terlalu Khawatir
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 21.10
Prabowo Tak Risau Skor PISA RI Kalah dari Singapura, Ungkap Fakta Ini
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 18.45
Mahasiswa Bersih-bersih di Area CFD Bundaran HI, Ajak Warga Pilah Sampah
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 09.39