Mengapa Bluebird Mati-matian Membenahi MyBluebird?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Blue Bird Tbk (BIRD) memperbarui aplikasi MyBluebird menjadi mobility assistant dengan tiga fitur baru: Multi-Select, Airport Transfer, dan penyempurnaan Rent. MyBluebird kini menyumbang lebih dari 40 persen dari total pemesanan, mirip dengan porsi tahun sebelumnya. Sekitar 60 persen order masih berasal dari luar aplikasi, termasuk jalanan, pangkalan, lebih dari 1.300 titik eksklusif, serta kerja sama dengan Gojek dan Grab.
Pada semester I-2026, pendapatan BIRD mencapai Rp2,97 triliun, naik 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA mencapai Rp714 miliar, namun laba bersih turun 4,4 persen menjadi Rp323,8 miliar. Beban langsung naik 15,16 persen menjadi Rp2,05 triliun. Taksi masih mendominasi dengan kontribusi 69 persen dari total pendapatan.
Bluebird menghadapi persaingan ketat dari taksi listrik asing seperti Green SM dari Vietnam yang menawarkan tarif 30-40 persen lebih murah. Gojek juga meluncurkan layanan serupa GoGreen SM. Untuk mengurangi ketergantungan pada platform pihak ketiga dan menguasai data pelanggan, Bluebird berfokus mengembangkan aplikasinya sendiri. Studi UOB dan BCG (2024) menunjukkan 84 persen konsumen Indonesia memilih penawaran personal, dengan 65 persen ingin menerimanya melalui aplikasi.
Bagikan
Berita terkait
Reservasi Digital Permudah Akses Sewa Kendaraan
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 01.11
Booking Sewa Mobil Tak Lagi Harus Lewat Aplikasi, Web Reservation mulai Dilirik
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 14.31
Kopdes Merah Putih Jangkau 83 Ribu Desa, Punya 695 Ribu Pengurus
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 15.15
Bansos Bakal Pakai Face Recognition, Mobil dan Tanah Penerima Dicek
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 11.11