Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Mengapa Bluebird Mati-matian Membenahi MyBluebird?

PT Blue Bird Tbk (BIRD) memperbarui aplikasi MyBluebird menjadi mobility assistant dengan tiga fitur baru: Multi-Select, Airport Transfer, dan penyempurnaan Rent. MyBluebird kini menyumbang lebih dari 40 persen dari total pemesanan, mirip dengan porsi tahun sebelumnya. Sekitar 60 persen order masih berasal dari luar aplikasi, termasuk jalanan, pangkalan, lebih dari 1.300 titik eksklusif, serta kerja sama dengan Gojek dan Grab.

Pada semester I-2026, pendapatan BIRD mencapai Rp2,97 triliun, naik 11,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA mencapai Rp714 miliar, namun laba bersih turun 4,4 persen menjadi Rp323,8 miliar. Beban langsung naik 15,16 persen menjadi Rp2,05 triliun. Taksi masih mendominasi dengan kontribusi 69 persen dari total pendapatan.

Bluebird menghadapi persaingan ketat dari taksi listrik asing seperti Green SM dari Vietnam yang menawarkan tarif 30-40 persen lebih murah. Gojek juga meluncurkan layanan serupa GoGreen SM. Untuk mengurangi ketergantungan pada platform pihak ketiga dan menguasai data pelanggan, Bluebird berfokus mengembangkan aplikasinya sendiri. Studi UOB dan BCG (2024) menunjukkan 84 persen konsumen Indonesia memilih penawaran personal, dengan 65 persen ingin menerimanya melalui aplikasi.

Berita terkait