Mengapa Gas SO2 dari Gunung Berapi Berbahaya? Ini Penjelasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gas Sulfur Dioksida (SO₂) yang dikeluarkan gunung berapi menjadi ancaman serius bagi kesehatan dan lingkungan. SO₂ terbentuk di dalam magma dan terlepas ke permukaan ketika tekanan berkurang akibat gerakan magma naik. Gas ini sering digunakan sebagai indikator aktivitas gunung berapi karena peningkatan emisinya menandakan magma semakin dekat ke permukaan. Pemerintah juga perintahkan alokasi anggaran mitigasi bencana ditambah signifikan untuk mengantisipasi dampaknya. Paparan langsung SO₂ dapat menyebabkan iritasi saluran napas, batuk, sesak, hingga nyeri dada, terutama bagi penderita asma, anak-anak, dan orang lanjut. Di sisi lingkungan, SO₂ berpotensi menyebabkan hujan asam yang merusak ekosistem, mengakibatkan pengasaman tanah dan air, serta membentuk kabut vulkanik (vog) yang dapat menyebar ke wilayah jauh. Untuk mengurangi risiko, masyarakat diimbau membatasi aktivitas fisik di luar ruangan saat kadar SO₂ tinggi dan mengikuti peringatan dini otoritas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 12.23
Abu Vulkanik Capai Ibu Kota, DPW Perindo Jakarta Bagikan Masker dan Dorong Mitigasi Risiko
CNN Indonesia · 8 September 2026 pukul 13.53
Apa Itu Gas SO2 yang Menyebar Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau?
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 21.21
Ketika Abu Anak Krakatau Jatuh, Mengapa Terlalu Banyak Suara Justru Bisa Membingungkan?
Berita terkait
Dinkes Kota Tangerang Imbau Cuci Terpisah Pakaian Terpapar Abu Vulkanik
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 17.47
Panduan Perawatan Kendaraan Komersial Terdampak Abu Vulkanik
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 13.01
TNI Kerahkan 80 Ribu Personel dan Bangun 316 Sumur Bor untuk Atasi Karhutla
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 11.22
Dokter Ungkap Kandungan Logam Abu Krakatau Pemicu Sesak Napas
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 08.13