Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mengapa Iran Tidak Ingin Berada Situasi Tidak Perang dan Perdamaian Semu?

Peneliti bidang Studi Timur Tengah dan Afrika Utara di Universitas Teheran, Mohammad Eslami, menyatakan kepada Al Jazeera bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak memiliki strategi nyata untuk memecahkan kebuntuan dalam negosiasi dengan Iran, namun mereka menyadari bahwa krisis ini tidak memiliki solusi militer. Dari perspektif Iran, pesan utamanya adalah keinginan untuk keluar dari situasi "tidak perang, tidak damai" yang telah berlangsung lama.

Eslami menambahkan, setelah Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU), pihak Iran justru mendapati AS tidak meyakini adanya jalur penyelesaian diplomatik. Bahkan, konfrontasi militer diperkirakan berpotensi berlanjut hingga tahun 2029. Proyeksi ini mendorong otoritas Iran untuk melibatkan lebih banyak tokoh militer dalam proses pengambilan keputusan strategis.

Pergeseran ini terlihat dari penunjukan sejumlah tokoh senior serta orang kepercayaan IRGC (Korps Garda Revolusi Islam) untuk menduduki posisi-posisi militer dan keamanan vital oleh Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei pekan lalu. Langkah ini menandakan penguatan peran aparat keamanan dalam menentukan kebijakan luar negeri Iran di tengah ketidakpastian diplomatik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait