Iran Geram Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Baru AS: Delusional!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengecam keras klaim Presiden AS Donald Trump yang menyatakan Selat Hormuz sebagai 'wilayah baru AS'. Gharibabadi menyebut klaim Trump sebagai 'khayalan' dan ancamannya akan dikoreksi, sementara Trump juga mengancam akan menyerang Oman jika menghalangi pembukaan kembali Selat Hormuz. Kesepakatan sementara antara AS dan Iran yang ditandatangani pada Juni 2026 lalu telah kandas, dengan Trump mengumumkan berakhirnya kesepakatan pada 7 Juli. Batas waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan final yang mencakup isu program nuklir Iran juga telah berakhir pada 17 Agustus. Iran dan Oman sedang berunding untuk memulihkan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi jalur 20% pasokan minyak dan gas global. Perselisihan ini telah memicu kenaikan harga bahan bakar di dunia dan menambah ketegangan pasca-perang yang dimulai pada akhir Februari.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 16.38
Trump Sebut Selat Hormuz Wilayah AS, Rusia: Selera Humor yang Sangat Istimewa
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.53
Trump Umumkan Operasi Ekonomi Besar-besaran Buat Kucilkan Iran
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 15.42
Rencana Rahasia Iran untuk Tingkatkan Eskalasi Perang dengan AS
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 09.51
AS Sesumbar Akan Runtuhkan Rezim Iran via Perang Ekonomi, Ajak Sekutu dan China Keroyokan
Berita terkait
Mojtaba Khamenei Tiba-Tiba Muncul, Beri Pesan ke Amerika
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 22.00
Dunia Makin Kacau, Iran Siap "Perang Kiamat" dengan AS
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 13.03
Iran Sangat Siap Perang Lagi dengan AS: 'Bahkan Jika Berujung Perang Kiamat'
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 08.17
Trump dan Iran Terus Berseteru, Jalan Damai Masih Buntu
Detik.com · 27 September 2026 pukul 21.34