Iran Geram Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Baru AS: Delusional!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengecam keras klaim Presiden AS Donald Trump yang menyatakan Selat Hormuz sebagai 'wilayah baru AS'. Gharibabadi menyebut klaim Trump sebagai 'khayalan' dan ancamannya akan dikoreksi, sementara Trump juga mengancam akan menyerang Oman jika menghalangi pembukaan kembali Selat Hormuz. Kesepakatan sementara antara AS dan Iran yang ditandatangani pada Juni 2026 lalu telah kandas, dengan Trump mengumumkan berakhirnya kesepakatan pada 7 Juli. Batas waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan final yang mencakup isu program nuklir Iran juga telah berakhir pada 17 Agustus. Iran dan Oman sedang berunding untuk memulihkan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz, jalur vital yang menjadi jalur 20% pasokan minyak dan gas global. Perselisihan ini telah memicu kenaikan harga bahan bakar di dunia dan menambah ketegangan pasca-perang yang dimulai pada akhir Februari.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 15.42
Rencana Rahasia Iran untuk Tingkatkan Eskalasi Perang dengan AS
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.53
Ketua Parlemen Iran Tuding AS Cekik Teheran Demi Konsesi Ilegal
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.45
Iran Pantang Beri Konsesi Tambahan ke AS
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.10
Trump Ngamuk Lagi ke Iran: Klaim Hormuz Milik AS-Tutup Pintu Damai
Berita terkait
Desakan Trump Agar Iran Kibarkan Bendera Putih Buntut Negosiasi Buntu
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 06.00
Trump Ancam Serang Oman Jika Halangi Kesepakatan Hormuz
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 15.20
Trump Disebut 'Bercanda' Soal Klaim Selat Hormuz Jadi Wilayah AS, Benarkah?
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 18.58
Balasan Iran Soal Pernyataan Trump Segera Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 11.53