Rencana Rahasia Iran untuk Tingkatkan Eskalasi Perang dengan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani nota kesepahaman dengan Iran pada Juni, pemerintah AS berupaya membangun dukungan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri konflik. Namun, para pemimpin garis keras Iran di Teheran menyusun rencana berbeda, menganggap MoU tersebut sebagai upaya AS dan Israel untuk meredakan tekanan ekonomi global sekaligus mengulur waktu sebelum serangan yang lebih besar. Alih-alih mempercayai diplomasi, Iran menggunakan dua bulan terakhir untuk mempersiapkan eskalasi militer yang lebih luas.
Persiapan Iran mencakup pemberian kendali yang lebih besar kepada Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) atas tentara reguler, penunjukan pejabat militer yang dekat dengan rezim, serta percepatan produksi rudal dan drone. Iran juga meningkatkan operasi militer di Selat Hormuz dan Laut Merah, sambil mendukung operasi Houthi di Yaman untuk menargetkan minyak dan pelabuhan Arab Saudi. Intelijen Arab melaporkan bahwa IRGC mengirim komandan ke wilayah Houthi dan mencatat adanya kekhawatiran akan operasi darat di Kuwait.
Di balik layar, Komandan Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memosisikan tujuh pemimpin keamanan untuk mengendalikan institusi militer yang dirombak. Meskipun Presiden Masoud Pezeshkian yang lebih moderat memperingatkan risiko keruntuhan ekonomi, faksi militer tetap mendominasi pengambilan keputusan. Dengan perundingan yang buntu, Trump kembali menekan melalui sanksi ekonomi dan blokade laut, sementara Teheran tampaknya bersiap untuk konflik yang lebih luas. Penasihat strategis Iran, Mehdi Mohammadi, menyebut situasi saat ini sebagai "ketenangan sebelum badai," sementara Trump mengklaim niat untuk menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.25
Iran Geram Trump Klaim Selat Hormuz Wilayah Baru AS: Delusional!
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 06.00
Desakan Trump Agar Iran Kibarkan Bendera Putih Buntut Negosiasi Buntu
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 15.20
Trump Ancam Serang Oman Jika Halangi Kesepakatan Hormuz
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 13.04
Trump Sebut Pencaplokan Selat Hormuz Jadi Wilyah AS Ide yang Bagus
Berita terkait
Mojtaba Khamenei Tiba-Tiba Muncul, Beri Pesan ke Amerika
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 22.00
Dunia Makin Kacau, Iran Siap "Perang Kiamat" dengan AS
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 13.03
Iran Sangat Siap Perang Lagi dengan AS: 'Bahkan Jika Berujung Perang Kiamat'
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 08.17
Trump dan Iran Terus Berseteru, Jalan Damai Masih Buntu
Detik.com · 27 September 2026 pukul 21.34