Mengenal Leadless Pacemaker, Alat Pacu Jantung Tanpa Kabel untuk Pasien Aritmia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gangguan irama jantung atau aritmia terjadi ketika denyut jantung tidak teratur, dapat menyebabkan gejala seperti lelah, pusing, dan sesak napas. WHO mencatat penyakit kardiovaskular menjadi penyebab kematian utama dengan 19,8 juta kematian pada 2022. Penanganan aritmia melibatkan pemasangan permanent pacemaker (PPM), termasuk varian leadless pacemaker (LPPM) yang dipasang tanpa kabel di dalam jantung. Pilihan PPM ditentukan oleh jenis gangguan, kebutuhan pemacuan, fungsi jantung, dan risiko infeksi. LPPM cocok untuk pasien aritmia dengan gangguan pembuluh darah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 09.30
Kadar Testosteron Terlalu Rendah atau Tinggi Picu Risiko Aritmia Jantung
Berita terkait
Mengapa Kehamilan di Bawah Usia 20 Tahun Berisiko? Ini Penjelasan Medisnya
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 19.08
Studi: Lingkungan Tempat Tinggal di Usia 20-an Pengaruhi Kesehatan Jantung di Masa Depan
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 13.30
Kebiasaan Harian 5 Menit Ini Dapat Menurunkan Risiko Stroke
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 23.36
Dirjen WHO Tedros Bantah Krisis Keuangan Usai AS Mundur
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 19.45