Menghadirkan Moralitas ke Ruang Publik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel menyampaikan bahwa ruang publik tidak pernah bebas nilai, setiap kebijakan dan keputusan mengandung konsekuensi moral. Krisis moralitas muncul dari penyalahgunaan kewenangan, korupsi, dan konflik kepentingan yang merusak kepercayaan publik. Fukuyama menekankan kepercayaan sebagai modal sosial yang penting, namun hukum saja tidak cukup; moralitas harus menjadi fondasi. Pancasila menyimpan nilai-nilai universal seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab yang harus dijalankan melalui kesalehan ritual, susila, sosial, dan profesional. Tanpa moralitas, demokrasi kehilangan martabatnya dan pembangunan tidak berpihak pada manusia.
Bagikan
Berita terkait
Ketua MPR Ahmad Muzani Tegaskan Persatuan Sebagai Kekuatan Utama Bangsa
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.00
Menyambut Muktamar Gerakan Antikorupsi
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 05.05
Kejagung Tetap Solid Usut Korupsi Kelas Berat di Tengah Isu Internal
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 16.39
Pimpinan MPR Ungkap Respons Prabowo soal Banyak Kepala Daerah Korupsi
CNN Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 06.00