Menghadirkan Moralitas ke Ruang Publik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel menyampaikan bahwa ruang publik tidak pernah bebas nilai, setiap kebijakan dan keputusan mengandung konsekuensi moral. Krisis moralitas muncul dari penyalahgunaan kewenangan, korupsi, dan konflik kepentingan yang merusak kepercayaan publik. Fukuyama menekankan kepercayaan sebagai modal sosial yang penting, namun hukum saja tidak cukup; moralitas harus menjadi fondasi. Pancasila menyimpan nilai-nilai universal seperti kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab yang harus dijalankan melalui kesalehan ritual, susila, sosial, dan profesional. Tanpa moralitas, demokrasi kehilangan martabatnya dan pembangunan tidak berpihak pada manusia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 10.56
Febrie Adriansyah Mencederai Kepercayaan Publik, Layak Mendapat Hukuman Berat
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 10.05
Cederai Kepercayaan Publik, Febrie Adriansyah Dianggap Layak Dihukum Berat
Berita terkait
Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Jakarta, Bakir Ihsan Ungkap Persoalan Demokrasi di Indonesia
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 23.19
Ribuan Pendukung Flavio Bolsonaro Padati Sao Paulo, Kritik Dugaan Korupsi Pengadilan
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 09.16
Jaksa Agung Perintahkan Seluruh Jajarannya Berbenah dan Kembalikan Kepercayaan Publik
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 13.05
Mahfud MD: Kesannya Pak Prabowo Tuh Gak Pernah Mau Dengar Kritik
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 09.35