Menhut: Penggunaan dana banpres karhutla harus dilakukan transparan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa dana bantuan presiden (banpres) untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dikelola secara transparan dan akuntabel. Dana ini diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk perhatian khusus bagi daerah terdampak, melengkapi anggaran yang sudah ada dari BNPB, kementerian/lembaga, TNI, Polri, dan APBD.
Total bantuan dialokasikan kepada lima wilayah di Sumatera Selatan: Pemprov Sumsel (Rp30 miliar), Pemkab OKI (Rp20 miliar), Pemkab Muba (Rp20 miliar), Pemkab Ogan Ilir (Rp15 miliar), dan Pemkab Banyuasin (Rp15 miliar). Penyaluran dana mengikuti petunjuk teknis Surat Edaran Mendagri agar proses pencairan cepat tanpa hambatan birokrasi namun tetap dapat dipertanggungjawabkan.
Dana tersebut dikelola oleh pemerintah daerah bekerja sama dengan BPBD. Penggunaannya difokuskan untuk pengadaan peralatan penanggulangan karhutla serta pencegahan dampak buruk terhadap kesehatan masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 16 September 2026 pukul 11.30
Banpres Rp 100 Miliar dari Presiden Prabowo untuk Penanganan Karhutla
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 09.25
Cegah Karhutla, Menhut Minta Hentikan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar
JPNN.com · 15 September 2026 pukul 19.22
Karhutla Sumsel Makin Meluas, OKI Catat 459 Kejadian
Detik.com · 14 September 2026 pukul 17.49
Polda Sumsel Masifkan Edukasi dan Mitigasi Karhutla
Berita terkait
Pria di Sumsel Jadi Tersangka Karhutla, Sengaja Bakar Lahan untuk Tanam Sawit
Detik.com · 11 September 2026 pukul 04.36
Apakah Tol Kayuagung-Palembang Terdampak Karhutla?
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 17.57
Kabut Asap Meluas, 1.079 Hotspot Terdeteksi di Sumsel
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 19.01
Ada 5.539 Hotspot Karhutla di Konsesi Perusahaan, WALHI Desak Pemerintah Audit Perizinan
JPNN.com · 4 September 2026 pukul 18.01