Menhut Perkuat Pemadaman Kebakaran di Bromo dengan Water Bombing
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memastikan upaya pemadaman kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, terus diperkuat. Pemerintah mengandalkan operasi water bombing dari udara dan pengerahan pasukan darat untuk mengendalikan api yang melanda kawasan tersebut sejak beberapa hari lalu. Strategi ini dipilih setelah koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai kondisi cuaca di area terbakar.
Berdasarkan perhitungan teknis BMKG, peluang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam 10 hari ke depan dinilai sangat kecil, hampir mustahil secara matematis. Hal tersebut diungkapkan Raja Juli setelah mengecek kondisi kebakaran di TNBTS pada Minggu, 9 Agustus. Karena OMC belum memungkinkan, pemerintah memaksimalkan dua strategi utama: water bombing dan pengerahan pasukan darat secara berkelanjutan untuk mempercepat pengendalian kebakaran dan mencegah perluasan area terbakar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 19.54
Menko PMK Ungkap Kendala Modifikasi Cuaca untuk Padamkan Kebakaran Bromo
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 13.00
Karhutla Bromo Meluas Hingga 899 Hektare
CNN Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 04.15
Pemerintah Sebut Asap Karhutla Belum Ganggu Negara Tetangga
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 05.56
OMC Terkendala Cuaca, Water Booming Diperkuat untuk Padamkan Kebakaran Gunung Bromo
Berita terkait
Titik Api Sudah Tak Terlihat di Bromo, Petugas Lanjutkan Pembasahan
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 00.30
Konon, Kebakaran di Bromo Sudah Padam, Tinggal Proses Pendinginan
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 00.01
Water Bombing Ditargetkan 30 Kali Sehari untuk Padamkan Karhutla Gunung Bromo
JPNN.com · 9 Agustus 2026 pukul 20.02
Tembus Lereng Curam Bromo, Menhut Optimalkan 3 Helikopter Water Bombing Gempur Api
JPNN.com · 9 Agustus 2026 pukul 19.04