Menlu Araghchi Sebut Netanyahu Menipu AS Agar Terlibat Perang dengan Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menipu Amerika Serikat agar terlibat perang dengan Iran. Dalam unggahannya di X, Araghchi menyebut Netanyahu membual telah berhasil mempengaruhi pemerintah AS melalui tayangan televisi selama 1.000 jam, sementara dalam bahasa Inggris ia memuji kepemimpinan Presiden AS. Konflik antara Iran dan AS mencapai puncaknya pada 28 Februari dengan serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer Iran. Iran membalas dengan serangan di berbagai wilayah, namun gencatan senjata pada April tidak sepenuhnya menyelesaikan konflik. Serangan sporadis terutama di dekat Selat Hormuz masih terjadi, termasuk serangan AS terbaru pada Pulau Larak Iran. Sebagai tanggapan, Iran mengklaim menyerang pangkalan militer AS di Yordania dan UAE, meskipun pemerintah UAE membantah klaim tersebut. Netanyahu menolak kemungkinan kesepakatan damai dengan Iran dan menyebut para pemimpin Iran sebagai kaum barbar. Ia juga dikenal skeptis terhadap diplomasi dengan Iran dan pernah menentang kesepakatan nuklir 2015.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 20.06
Menlu Iran Sebut Netanyahu 'Ular' di Tengah Perang Iran dan AS
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 20.30
Mojtaba Khamenei Beri Pesan ke Negara Muslim: AS-Israel Musuh Islam
Detik.com · 1 September 2026 pukul 05.51
Iran dan AS Berkecamuk hingga ke Negara-negara Teluk
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 02.20
1.000 Tentara Israel Tewas dalam Serangan Balasan Iran
Berita terkait
Presiden Pezeshkian Sebut Melanjutkan Perang dengan AS Tidak Sejalan dengan Kepentingan Iran
VOI · 1 September 2026 pukul 05.00
Presiden Trump Umumkan Operasi Ekonomi Terhadap Iran
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 07.00
Presiden Trump Mengatakan Iran Harus Menyerah untuk Mengakhiri Perang
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 08.00
Mulai Pekan Depan. AS Siapkan Isolasi Ekonomi Iran Lebih Keras dari Sebelumnya
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 10.44