Menlu Iran Sebut Netanyahu 'Ular' di Tengah Perang Iran dan AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyerang keras pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah ketegangan perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Di platform X, Araghchi menyebut Netanyahu sebagai 'ular' yang berhasil memanipulasi pemerintah AS untuk terlibat dalam konflik melawan Iran. Ia merujuk pada kemampuan Netanyahu menguasai jaringan televisi negara AS sebagai bukti pengaruhnya yang besar. Istilah 'serpent' yang digunakan Araghchi meloluhkan konotasi sosok iblis dan licik dalam tradisi agama dan sastra. Kritik ini disampaikan saat pertempuran antara Iran dan AS masih berlanjut. Sebelumnya, serangan besar yang didukung AS dan Israel pada akhir Februari dilaporkan menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat senior Iran. Setelah kematian Khamenei, kepemimpinan Iran dialihkan ke putranya, Mojtaba Khamenei, melalui proses konstitusional. Meskipun pernah mencapai gencatan senjata pada April dan menandatangani nota kesepahaman pada Juni, ketegangan kembali meningkat. Pakistan berusaha mediasi, namun hingga kini belum ada negosiasi baru yang dimulai antara Iran dan AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 30 Agustus 2026 pukul 06.15
Presiden Iran Minta Trump Tak Picu Kekacauan, Tegaskan Teheran Tak Akan Menyerah
SINDOnews · 29 Agustus 2026 pukul 20.20
8 Fakta Menarik 6 Bulan Perang Iran dan AS dalam Angka
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 17.10
AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Tembus 90 Dolar AS
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 16.15
Tolak Denuklirisasi, Korut Bersumpah Genjot Kekuatan Nuklir!
Berita terkait
AS Ancam Sanksi Terberat Sepanjang Sejarah, Iran Beri Jawaban Menohok
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.09
Iran Akan Balas dengan Cara Serupa ketika AS Gunakan Senjata Nuklir
SINDOnews · 19 Agustus 2026 pukul 21.35
Ketua Parlemen Iran Tuding AS Cekik Teheran Demi Konsesi Ilegal
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.53
IRGC Tepis Klaim Presiden Trump Mengenai Pembicaraan Iran-AS
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 12.30