Presiden Pezeshkian Sebut Melanjutkan Perang dengan AS Tidak Sejalan dengan Kepentingan Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa melanjutkan perang dengan Amerika Serikat tidak sejalan dengan kepentingan negerinya. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, Pezeshkian menekankan komitmen Iran untuk mencari jalan damai melalui dialog dan kerja sama, serta berupaya mencegah penyebaran konflik di wilayahnya.
Pernyataan ini muncul setelah pasukan AS menyerang Pulau Larak milik Iran, menandai kontak senjata pertama antara kedua negara dalam sebulan di sekitar Selat Hormuz. Iran merespons dengan serangan terhadap pangkalan militer AS di Yordania dan Uni Emirat Arab. Konflik ini berakar pada serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer senior.
Gencatan senjata pada April sebelumnya berhasil mengakhiri pertempuran paling sengit, namun serangan-serangan sporadis terus terjadi terutama di sekitar Selat Hormuz. Washington juga meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran melalui kampanye yang diklaim sebagai upaya untuk melemahkan perekonomian Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 20.06
Menlu Iran Sebut Netanyahu 'Ular' di Tengah Perang Iran dan AS
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 20.30
Mojtaba Khamenei Beri Pesan ke Negara Muslim: AS-Israel Musuh Islam
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 02.20
1.000 Tentara Israel Tewas dalam Serangan Balasan Iran
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 01.10
Mengapa Serangan Balasan Iran ke Yordania dan UEA Sangat Berbeda dan Menyakitkan?
Berita terkait
Presiden Trump Umumkan Operasi Ekonomi Terhadap Iran
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 07.00
Presiden Trump Mengatakan Iran Harus Menyerah untuk Mengakhiri Perang
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 08.00
Mulai Pekan Depan. AS Siapkan Isolasi Ekonomi Iran Lebih Keras dari Sebelumnya
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 10.44
Balas Serangan ke Larak, Garda Revolusi Iran Serang Pangkalan Udara AS di Yordania
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 10.00