Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Menlu Iran Sebut Netanyahu 'Ular' yang Perdaya AS untuk Perang

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyindir Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai 'ular' yang berhasil memengaruhi Amerika Serikat agar terlibat dalam konflik militer melawan Iran. Dalam pernyataannya di media sosial, Araghchi mengatakan Netanyahu secara terbuka membanggakan diri karena berhasil memperdaya pemerintah AS, bahkan menyebut telah ada tayangan sepanjang 1.000 jam di televisi AS yang menyiarkan pesan dukungan terhadap Netanyahu. Ia juga menyindir Netanyahu yang memuji kepemimpinan Presiden AS Donald Trump.

Konflik militer antara Iran dan sekutunya (AS dan Israel) meletus pada 28 Februari 2026, menyebabkan kematian Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer senior Iran. Iran menanggapi dengan menyerang fasilitas militer AS di wilayah Timur Tengah. Gencatan senjata pada April 2026 sementara menghentikan pertempuran, namun serangan-serangan sporadis terus terjadi, terutama di sekitar Selat Hormuz.

Pada 30 Agustus 2026, pasukan AS menyerang Pulau Larak di selatan Iran, mengklaim menargetkan peluncu roket Iran yang bersiap meluncurkan serangan ke Selat Hormuz. Iran merespons dengan meluncurkan rudal dan drone ke pangkalan AS di Yordania dan UEA. Meskipun Israel tidak secara langsung terlibat dalam serangan terbaruh, Netanyahu menolak kemungkinan perjanjian damai antara Iran dan AS, sekaligus menyebut para pemimpin Iran sebagai 'kaum barbar'.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait