Mengapa Serangan Balasan Iran ke Yordania dan UEA Sangat Berbeda dan Menyakitkan?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran sedang mempersiapkan respons yang lebih agresif terhadap serangan AS di Pulau Larak, yang diklaim menewaskan dan melukai personel militer serta warga sipil. Profesor Universitas Teheran, Seyed Mohammad Marandi, menyatakan bahwa serangan AS tersebut adalah 'kesalahan perhitungan fatal' dan bahwa respons Iran akan 'berbeda dari apa yang pernah terjadi sebelumnya', mencakup serangan terhadap aset militer dan ekonomi. Beberapa jam setelah serangan AS, Iran meluncurkan rudal dan drone ke fasilitas militer AS di Yordania, sambil mengklaim berhasil merusak infrastruktur dan posisi pesawak tempur AS.
Marandi memprediksi bahwa respons Iran akan 'sangat menyakitkan' dan berdampak signifikan terhadap ekonomi AS dalam beberapa minggu mendatang, sekaligus memengaruhi pemilihan umum paruh waktu AS. Ia menghubungkan eskalasi ini dengan tekanan militer dan ekonomi yang dilakukan Washington secara bersamaan terhadap Teheran, termasuk 'serangan ekonomi' yang diumumkan Pemerintahan Trump minggu lalu. Lonjakan harga minyak juga terjadi setelah aksi saling serang terbaru.
Para pejabat Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian dan IRGC, menjanjikan respons militer yang lebih luas jika terjadi serangan lanjutan. Pezeshkian menyatakan bahwa Teheran 'tidak mencari perang' namun akan memberikan 'tanggapan tegas' terhadap agresi, sementara IRGC memperingatkan bahwa 'setiap serangan akan dibalas dengan tanggapan yang jauh lebih dahsyat'.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 10.01
Iran Balas AS, Luncurkan Rudal hingga Gempur Kapal di Selat Hormuz
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 20.06
Menlu Iran Sebut Netanyahu 'Ular' di Tengah Perang Iran dan AS
VOI · 31 Agustus 2026 pukul 17.10
AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Tembus 90 Dolar AS
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 15.16
Kenapa Iran Serang Pangkalan AS di UEA dan Yordania? Ini Pemicu Konfliknya
Berita terkait
Iran Bikin Tuntutan untuk AS, Isinya soal Cabut Sanksi hingga Selat Hormuz
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 14.52
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Jika AS Melanjutkan Perang Ekonomi
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 13.10
Iran Temukan 7,50 Triliun Kaki Kubik Gas Alam di Tengah Perang Melawan AS
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 07.05
Iran Pantang Beri Konsesi Tambahan ke AS
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 13.45