Jakarta · Senin, 31 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mensos soal Polemik Data Desil: Warga Bisa Ajukan Pemutakhiran

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pemerintah membuka saluran bagi masyarakat untuk mengajukan pemutakhiran data jika merasa penetapan desil (Desil Sosial Ekonomi) tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Masyarakat dapat melakukan pemutakhiran melalui Command Center, WhatsApp Center, aplikasi Cek Bansos, atau langsung ke kelurahan dan desa dengan aplikasi SIKS-NG. Pemerintah juga menerima laporan melalui media sosial dan akan menindaklanjuti setiap keluhan terkait ketidaktepatan sasaran bantuan sosial dan subsidi sosial.

Pemutakhiran data ini merupakan bagian dari proses konsolidasi data yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sejak 2025. Tujuannuja adalah memastikan program bantuan tepat sasaran dan menjawab keluhan masyarakat soal data yang tidak akurat. Gus Ipul menjelaskan bahwa data bersifat dinamis, sehingga sistem pemutakhiran perlu terus diperkuat. Untuk meningkatkan akurasi, BPS juga menyelenggarakan sensus tahun ini.

Pemerintah sedang mengembangkan digitalisasi bansos yang sedang diuji coba di sejumlah titik dan direncanakan diterapkan secara lebih luas pada 2027. Sistem ini dirancang agar setiap warga dapat mengajukan bantuan sosial secara digital, dengan sistem yang akan menolak atau menerima berdasarkan kriteria yang jelas. Pembagian sasaran program dilakukan berdasarkan desil, seperti Sekolah Rakyat untuk desil 1, Program Keluarga Harapan untuk desil 1 dan 2, hingga PBI yang menjangkau desil 7.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait