Menyambut Muktamar, Menyelamatkan NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden menyambut Muktamar NU 2026 yang digelar 27-31 Agustus untuk memilih Rais Am dan Ketua Umum PBNU. Muktamar ini diperkara dinamika tata kelola dan keputusan rais am memberhentikan ketua umum. Sejak 1999, pemilihan ketua umum menggunakan voting, menggantikan musyawarah tradisional yang kini hampir tergantikan. Mekanisme voting menggantikan aspek karisma dan symbolic capital NU dengan political capital, membuka potensi komersialisasi suara dan intervensi politik. Penulis menilai voting tidak sesuai dengan tradisi NU yang berbasis pesantren dan musyawarah, sehingga perlu dikembangkan kembali dengan musyawarah sebagai instrumen utama, sementara voting hanya sebagai jalan terakhir.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 20.22
Muktamar ke-35 NU Tetapkan 9 Anggota AHWA, KH Nurul Huda Djazuli Teratas
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 19.52
Muktamar ke-35 NU, KH Imam Baihaqi Minta Perkum Iddah Politik Dianulir
CNN Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 16.35
Memahami AHWA, Mekanisme Baru Pilih Ketum PBNU di Muktamar Jombang
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 16.18
Muktamar ke-35 NU Memanas, Masa Iddah Jabatan Politik Calon Ketum PBNU Jadi Pemicu
Berita terkait
Jelang Muktamar NU, Pakar Politik Nilai Konsolidasi Dukungan Pemilik Suara Hal yang Wajar
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 19.20
Protes, Puluhan Orang Paksa Masuk Arena Muktamar NU
CNN Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 16.09
Rais Aam dan Ketum PBNU Dilarang Rangkap Jabatan Politik
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 06.55
Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Masih Alot, Gus Ipul: Muktamar Besok Tuntas
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 21.50