InFast Bestari Usulkan Insentif Blockchain untuk Ganjal Penurunan Kelas Menengah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 35 persen kumulatif dalam tujuh tahun terakhir, jumlah kelas menengah justru menyusut 8,5 juta orang pada 2018-2023. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kepriaannya atas data Badan Pusat Statistik (BPS) ini dalam sidangan DPR pada 20 Mei lalu. Para ahli mencari solusi untuk mengatasi paradoks pertumbuhan ekonomi yang tidak sejalan dengan kesejahteraan kelas menengah.
Direktur Riset InFast Bestari, Hizkia Yosias Polimpung (Yosie), memperkenalkan skema Purpose-Bound Money (PBM) berbasis blockchain sebagai insentif konsumsi terarah. Gagasan ini disampaikan dalam forum panel bersama Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Yosie, insentif ini bertujuan untuk menahan penyusutan kelas menengah sekaligus merangsang ekosistem ekonomi kreatif perkotaan.
Para ahli menekankan bahwa konsumsi rumah tangga menyumbang 55 persen dari Produk Domestik Bruto Indonesia, dengan lebih dari 80 persennya berasal dari kelas menengah. Namun, lebih dari 59 persen tenaga kerja Indonesia bersifat informal, sehingga daya beli kelas menengah rentan dan tidak memiliki aset yang cukup untuk menopang kestabilan ekonomi jangka panjang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 30 September 2026 pukul 21.26
Prabowo Instruksikan Insentif Ekonomi-Program Magang Dilanjutkan pada 2027
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 20.20
Kelas Menengah Merosot Tajam, RUU Ketenagakerjaan Harus Ciptakan Keseimbangan
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 20.12
Ekonom: Sektor riil juga perlu diperkuat saat ruang BI-Rate terbatas
Berita terkait
Sebelum Kena Resuffle, Begini Rencana Purbaya untuk Kelas Menengah
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 12.58
Kejar Ekonomi 8%, Purbaya Pede Kelas Menengah Bakal Bangkit
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 07.45
Purbaya Ungkap Nasib Kelas Menengah Indonesia
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 18.15
Purbaya Akui Pendapatan Kelas Menengah Turun, Siapkan Strategi Genjot Ekonomi
kumparan · 3 September 2026 pukul 16.38