Jakarta · Rabu, 30 September 2026Cari
WargaKonoha

InFast Bestari Usulkan Insentif Blockchain untuk Ganjal Penurunan Kelas Menengah

Di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 35 persen kumulatif dalam tujuh tahun terakhir, jumlah kelas menengah justru menyusut 8,5 juta orang pada 2018-2023. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kepriaannya atas data Badan Pusat Statistik (BPS) ini dalam sidangan DPR pada 20 Mei lalu. Para ahli mencari solusi untuk mengatasi paradoks pertumbuhan ekonomi yang tidak sejalan dengan kesejahteraan kelas menengah.

Direktur Riset InFast Bestari, Hizkia Yosias Polimpung (Yosie), memperkenalkan skema Purpose-Bound Money (PBM) berbasis blockchain sebagai insentif konsumsi terarah. Gagasan ini disampaikan dalam forum panel bersama Kementerian Ekonomi Kreatif dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Menurut Yosie, insentif ini bertujuan untuk menahan penyusutan kelas menengah sekaligus merangsang ekosistem ekonomi kreatif perkotaan.

Para ahli menekankan bahwa konsumsi rumah tangga menyumbang 55 persen dari Produk Domestik Bruto Indonesia, dengan lebih dari 80 persennya berasal dari kelas menengah. Namun, lebih dari 59 persen tenaga kerja Indonesia bersifat informal, sehingga daya beli kelas menengah rentan dan tidak memiliki aset yang cukup untuk menopang kestabilan ekonomi jangka panjang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait