Merespons Ketergantungan Software Asing dan Biaya Lisensi Tahunan, Perusahaan Teknologi Lokal Tawarkan Model Kepemilikan Penuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banyak perusahaan di Indonesia masih menggunakan perangkat lunak enterprise dari vendor asing dengan lisensi tahunan, menyebabkan biaya berulang dan ketergantungan pada vendor untuk pengembangan, kustomisasi, serta pengelolaan data. Founder PT Ilmuprogram Teknologi Informasi, Wahyu Amaldi, menilai ketergantungan ini semakin krusial untuk dievaluasi akibat percepatan adopsi AI di sektor enterprise, dengan risiko serupa pada tarif yang lebih besar dan data yang dikirim keluar. PT Ilmuprogram luncurkan Ilmuprogram Agentic AI Platform, platform AI enterprise yang menghubungkan AI agent dengan sistem inti perusahaan dan berjalan sepenuhnya di infrastruktur milik klien, mengatasi risiko vendor lock-in dan mematuhi regulasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi (UU No. 27 Tahun 2022).
Bagikan
Berita terkait
Perkuat Perlindungan Data di Perusahaan Indonesia untuk Hadapi Risiko Kompleks
JawaPos · 21 September 2026 pukul 16.45
Data Warga RI Banyak Disimpan di Luar Negeri, Pakar Ingatkan Soal Ini
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 15.40
Data Pejabat dan Tokoh Publik Dijual Bebas via Telegram, 4 Orang Ditangkap
kumparan · 16 September 2026 pukul 18.30
BPS Akui Belum Punya Data Pendapatan Lengkap untuk Tentukan Desil Masyarakat
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 18.14