Merespons Ketergantungan Software Asing dan Biaya Lisensi Tahunan, Perusahaan Teknologi Lokal Tawarkan Model Kepemilikan Penuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banyak perusahaan di Indonesia masih menggunakan perangkat lunak enterprise dari vendor asing dengan lisensi tahunan, menyebabkan biaya berulang dan ketergantungan pada vendor untuk pengembangan, kustomisasi, serta pengelolaan data. Founder PT Ilmuprogram Teknologi Informasi, Wahyu Amaldi, menilai ketergantungan ini semakin krusial untuk dievaluasi akibat percepatan adopsi AI di sektor enterprise, dengan risiko serupa pada tarif yang lebih besar dan data yang dikirim keluar. PT Ilmuprogram luncurkan Ilmuprogram Agentic AI Platform, platform AI enterprise yang menghubungkan AI agent dengan sistem inti perusahaan dan berjalan sepenuhnya di infrastruktur milik klien, mengatasi risiko vendor lock-in dan mematuhi regulasi seperti UU Perlindungan Data Pribadi (UU No. 27 Tahun 2022).
Bagikan
Berita terkait
Ketergantungan Software Asing Bikin Perusahaan Terjebak Biaya Berulang
JawaPos · 13 Agustus 2026 pukul 02.33
Nurul Arifin Tegaskan Ruang Digital Bukan Tempat Mengeksploitasi Orang
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 08.01
OJK Perketat Aturan Data Pengguna Pinjol, Dilarang Diperjualbelikan!
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 13.30
Nomor HP hilang? Begini cara blokir kartu SIM agar tidak disalahgunakan
ANTARA News · 31 Juli 2026 pukul 06.32