Mesir Serukan Kebebasan Berlayar di Laut Merah yang Kini Rawan Serangan Houthi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arab Saudi dan Mesir menyerukan kebebasan serta keamanan navigasi di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab setelah kelompok Houthi menguasai seluruh pesisir Laut Merah Yaman hingga ke selat strategis tersebut. Seruan ini disampaikan oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi dalam pertemuan di Kairo, sebagaimana dilaporkan AFP. Konflik Yaman kembali memanas sejak Juli setelah Houthi, yang didukung Iran, melakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan menargetkan kapal-kapal Saudi di Laut Merah. Serangan ini juga berdampak pada pendapatan Mesir dari Terusan Suez, yang saat ini hanya sekitar separuh dibandingkan sebelumnya. Qatar memperingatkan bahwa penutupan Bab al-Mandab akan menjadi bencana bagi dunia, sementara serangan Houthi juga mendorong harga minyak global melampaui USD 100 per barel.
Bagikan
Berita terkait
Habis Mocha, Houthi Caplok Pulau Perim Ancam Ekonomi Global
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 21.00
Yaman vs Kelompok Houthi: Laut Merah Bergejolak, Keamanan Global Terancam
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 21.11
Perang Menggila-Minyak Bisa Kiamat: Usai Hormuz, Laut Ini dalam Bahaya
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 07.00
Houthi Rebut Kota Pelabuhan Kunci di Laut Merah
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 21.21