Mesir Tegaskan Terusan Suez Tidak Akan Digunakan untuk Lunasi Utang Negara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Mesir menegaskan bahwa Terusan Suez tidak akan digunakan untuk melunasi utang negara atau dialihkan ke Bank Sentral Mesir. Pernyataan ini disampaikan untuk menangkal spekulasi terkait usulan pengalihan aset strategis demi mengurangi beban fiskal. Kabinet menyatakan bahwa gagasan tersebut hanya merupakan "pandangan pribadi" dan tidak mencerminkan kebijakan resmi.
Usulan yang beredilang dikaitkan dengan pernyataan Hassan Heikal, seorang penasihat menteri, yang menyarankan penggunaan kepemilikan saham di perusahaan milik negara atau Terusan Suez untuk menyeimbangkan utang domestik. Pemerintah menolak gagasan ini, menjelaskan bahwa pemindahan aset antarlembaga publik tidak akan mengurangi total kewajiban negara secara keseluruhan.
Sebagai alternatif, pemerintah menekankan penanganan utang melalui langkah-langkah teknis fiskal yang lebih komprehensif. Pemerintah juga baru saja menyelesaikan kesepakatan pelunasan utang sebesar 88,3 miliar pound Mesir (sekitar Rp30,7 triliun) milik Otoritas Media Nasional (Maspero) kepada Bank Investasi Nasional, meski detail aset yang terlibat tidak diungkapkan secara publik.
Bagikan
Berita terkait
Rp 25 dari Rp 100 Pajak untuk Bunga Utang, Laksamana Sukardi Soroti Legacy Spending
JawaPos · 23 Agustus 2026 pukul 14.00
Puan: Utang Harus Dikelola Hati-hati
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.16
BPK Ungkap Defisit APBN 2025 Capai 2,81% PDB
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 10.06
DPR Panggil BI, Purbaya, OJK hingga Danantara, Soroti Investasi Rp1.200 Triliun untuk Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 14.39