Jakarta · Jumat, 25 September 2026Cari
WargaKonoha

Mintarsih Bantah Isi Film AI Prof. Djokosoetono dan Ungkap Fakta Sebenarnya

Dr. Mintarsih A. Latief, psikiater dari Fakultas Kedokteran UI, membantah klaim dalam film AI yang menghubungkan Prof. Djokosoetono dengan Blue Bird. Ia menjelaskan bahwa Blue Bird didirikan enam tahun setelah Prof. Djokosoetono meninggal, sehingga tidak mungkin ia terlibat langsung dalam pendirian perusahaan. Menurut Mintarsih, kejujuran yang dikaitkan dengan Prof. Djokosoetono justru disalahgunakan untuk menyudutkan nama baiknya. Ia mengungkapkan bahwa semula Blue Bird dikenal jujur, namun kejujuran itu punah akibat ambisi kekayaan para pendiri lainnya. Mulai dari dugaan penganiayaan terhadap pemegang saham wanita berusia 74 tahun hingga penculikan saudara kandungnya, yang dilaporkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Akhirnya, semua pemegang saham yang bukan Purnomo atau Brigjen Pol. Chandra kehilangan sahamnya dalam dugaan rampasan yang meluas. Berita dari Monetary Authority of Singapore (MAS) pada 10 Oktober 2017 menyebutkan adanya aset klien Indonesia di Unit Trust Standard Chartered di Guernsey yang dipindahkan ke Singapura pada akhir 2015. Hal ini kemudian dilaporkan ke PPATK dan diikuti berita di surat koran Indonesia pada 21 November 2017 tentang dugaan pencucian uang melibatkan perusahaan angkutan besar di Indonesia. Mintarsih menegaskan bahwa cerita sebelum berdirinya Blue Bird perlu diperbaiki agar tidak menyudutkan nama baik Prof. Djokosoetono sebagai seorang guru besar hukum yang dikenal kejujurannya.

Berita terkait