Modernisasi Membutuhkan Mitra Jangka Panjang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel membahas perdebatan kebijakan Indonesia terkait investasi jangka panjang dan modernisasi industri. Sejumlah investor Tiongkok menyampaikan kekhawatiran terhadap prediktabilitas kebijakan, koordinasi antarlembaga, serta isu seperti kuota pertambangan, perpajakan, dan perizinan. Narasi 'eksodus investasi Tiongkok' di media sosial justru tidak sepenuhnya sesuai fakta. Indonesia sedang transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 dengan fokus hilirisasi sumber daya mineral, pengembangan kapasitas industri, serta investasi berkualitas. Data 2025-2026 menunjukkan realisasi investasi melampaui target, dengan pertumbuhan signifikan di sektor hilirisasi dan lebih dari 700 ribu lapangan kerja. Kebijakan tidak bersifat konflik antara transformasi industri dan investasi asing, melainkan keduanya harus berjalan bersama dengan regulasi yang stabil, transparan, dan dapat diprediksi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 22.12
Strategi Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Sumber Baru
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 21.53
RI siapkan mesin pertumbuhan baru menuju target ekonomi 8 persen
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 17.30
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Perluas Insentif Lindung Nilai hingga 12,5 Persen
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 17.16
Menguat 0,78 Persen, Rupiah Tembus Rp17.855 per Dolar AS Terdorong Jurus BI
Berita terkait
Prabowo Lantik Bahlil Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 14.31
Bamsoet dan Menko Polkam Tekankan Keamanan Berusaha untuk Perkuat Ekonomi
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 09.29
Simak 5 Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 09.19
Hilirisasi RI Butuh Rp11.063 Triliun, Investasi Jumbo Jadi Tantangan hingga 2040
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 18.13