Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Momen US Navy Bertemu Seragam Putih Abu di Matauli

Lapangan SMAN 1 Plus Matauli di Pandan, Tapanuli Tengah, menjadi luar biasa pagi itu. Tiga puluh lima personel militer dari Amerika Serikat, Kanada, Jerman, dan Australia, dipimpin oleh Commander Craig dari US Navy, berbaris di sekolah sebagai bagian dari hari ke-7 misi Pacific Partnership 2026. Kunjungan ini bukan untuk latihan perang tetapi untuk berbagi, mengobrol, bermain, dan belajar bersama siswa Matauli.

Tim diterima di Mess Yayasan Matauli, di mana mereka mendengar sejarah bahwa sekolah ini didirikan melalui kolaborasi antara seorang perwira dari Komando Pasukan Khusus Baret Merah (yang kemudian menjadi Jenderal Feisal Tanjung) dan politisi Akbar Tanjung dari Pantai Barat Sumatra. Acara dibuka dengan Tarian Selamat Datang oleh kelompok tari binaan Ibu Refelina Puspita; tepuk tangan dan tawa pecah ketika personel asing meniru gerakan di akhir tarian. Di ruang pertemuan, lagu kebangsaan lima negara dikumandangkan, diikuti dengan pertukaran cinderamata. Kepala sekolah Deden Rachmawan memperkenalkan sekolah sebagai SMA Negeri pertama yang menjalankan Program IB dan memiliki visi global, menekankan bahwa kunjungan tersebut merupakan misi kemanusiaan di bidang sosial dan pendidikan yang menghubungkan alumni Matauli dengan kawasan Pasifik.

Setelah acara resmi, misi kemanusiaan dimulai. Tim medis Comrell mengajarkan siswa cara menyikat gigi yang benar, dan lapangan berubah menjadi arena sepak bola persahabatan antara Tim Comrell dan Tim Siswa. Meskipun awalnya canggung karena perbedaan bahasa, suasana menjadi cair dalam sepuluh menit, dengan gol dirayakan bersama tanpa memandang seragam.

Berita terkait