Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Motor Listrik Jadi Pilihan Mobilitas yang Kian Relevan di Tengah Penataan Subsidi Pertalite

Pemerintah tengah mengkaji penataan penyaluran Pertalite agar lebih tepat sasaran, termasuk kemungkinan pembatasan akses bagi kelompok masyarakat mampu seperti desil 9 dan 10. Konsep ini dianggap momentum bagi masyarakat untuk beralih ke mobilitas yang lebih efisien, seperti sepeda motor listrik. Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) mendukung langkah ini dan mendorong adopsi kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan pada BBM serta mendukung efisiensi energi nasional. Menurut AISMOLI, sepeda motor listrik menjadi pilihan strategis karena biaya operasionalnya yang lebih rendah dan semakin banyaknya pilihan produknya di pasar. "Penataan subsidi menjadi momentum yang tepat untuk memperluas pilihan masyarakat," ujar Ketua Umum AISMOLI Budi Setiyadi. "Ketergantungan terhadap BBM juga dapat berkurang jika masyarakat memiliki kendaraan yang lebih efisien untuk kebutuhan sehari-hari." Potensi penghematan dari adopsi sepeda motor listrik cukup signifikan. Kementerian ESDM (2022) memperkirakan bahwa penggunaan 900.000 sepeda motor listrik dapat menghemat konsumsi BBM hingga 320 juta liter per tahun, sekaligus mengurangi kompensasi Pertalite sebesar Rp480 miliar per tahun. Bagi pengguna, penghematan biaya BBM dapat mencapai sekitar Rp2,68 juta per tahun. Langkah penataan Pertalite ini diharapkan dapat mendorong transisi ke kendarakan berbasis listrik, khusunya sepeda motor yang merupakan moda transportasi paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Dengan demikian, kebijatan ini tidak hanya bertujuan untuk efisiensi fiskal, tetapi juga mendukung kebijakan energi berkelanjutan dan penurunan emisi kendarakan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait